Audit Hambalang tahap II rawan intervensi kepentingan
Jum'at, 21 Desember 2012 - 17:53 WIB
Audit Hambalang tahap II rawan intervensi kepentingan
A
A
A
Sindonews.com- Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR, Teguh Juwanro mengatakan, audit Hambalang tahap II rawan diintervensi.
Alasannya, salah satu tim pemeriksa dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Firman Agung Sampurna mempunyai hubungan keluarga dengan terperiksa Komisi X DPR Kahar Muzakir.
"Saya mengkhawatirkan adanya intervensi kepentingan terhadap auditor BPK dalam audit investigasi skandal Hambalang tahap II," ujar Teguh melalui keterangan tertulisnya, Jumat (21/12/2012).
Dia menyampaikan, audit Hambalang dikerjakan oleh auditor yang ada di Anggota Keuangan Negara (AKN) III yang membawahi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Maka itu Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) ini meminta Agung melepas kasus ini, agar tidak ada konflik kepentingan.
"Maka akan terjadi "anak periksa bapak". Apakah bisa dijamin indepensinya? Tanpa meragukan profesionalitas Firman Agung Sampurna," ujarnya.
Dia menambahkan, pimpinan BPK sebaiknya memastikan auditor di AKN III tidak ada tekanan apalagi intervensi, sehingga mampu menghasilkan hasil yamg obyektif dan independen.
" Saya berharap Pimpinan Komisi X atau Pimpinan Fraksi/Partai menjamin tidak melakukan intervensi dan kerja sama sepenuhnya dengan BPK," pungkasnya.
Alasannya, salah satu tim pemeriksa dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Firman Agung Sampurna mempunyai hubungan keluarga dengan terperiksa Komisi X DPR Kahar Muzakir.
"Saya mengkhawatirkan adanya intervensi kepentingan terhadap auditor BPK dalam audit investigasi skandal Hambalang tahap II," ujar Teguh melalui keterangan tertulisnya, Jumat (21/12/2012).
Dia menyampaikan, audit Hambalang dikerjakan oleh auditor yang ada di Anggota Keuangan Negara (AKN) III yang membawahi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Maka itu Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) ini meminta Agung melepas kasus ini, agar tidak ada konflik kepentingan.
"Maka akan terjadi "anak periksa bapak". Apakah bisa dijamin indepensinya? Tanpa meragukan profesionalitas Firman Agung Sampurna," ujarnya.
Dia menambahkan, pimpinan BPK sebaiknya memastikan auditor di AKN III tidak ada tekanan apalagi intervensi, sehingga mampu menghasilkan hasil yamg obyektif dan independen.
" Saya berharap Pimpinan Komisi X atau Pimpinan Fraksi/Partai menjamin tidak melakukan intervensi dan kerja sama sepenuhnya dengan BPK," pungkasnya.
(kur)