SBY tak usah menegur Pemerintah Malaysia
Jum'at, 21 Desember 2012 - 13:41 WIB
SBY tak usah menegur Pemerintah Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY) diminta untuk menanggapi hinaan mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin yang menghina mantan Presiden BJ Habibie dan Almarhum KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).
Karena, hal itu bukanlah pernyataan resmi pemerintah Malaysia, melainkan hanya sekedar ucapan individu semata dari mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin. Oleh sebab itu tidak perlu SBY menegur Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
"Kalau menurut kita begini, dia itu kan bukan lagi bagian dari pemerintah. Ini mantan pemerintah, masa pemerintah harus bertanggung jawab, yah enggak (menegur) lah," kata Pengamat Hubungan Internasional Hikmahanto Juwana saat dihubungi Sindonews, Jumat (21/12/2012).
Oleh karenanya, masyarakat Indonesia diminta untuk dapat membedakan mana komentar yang disampaikan pemerintah Malaysia dan mana yang bukan.
"Kalau menurut saya kita harus bedakan, kalau untuk pejabat yang mengatakan hinaan seperti itu, iyah saya pun marah. Tapi, oleh karena dia bukan bagian pemerintah, jadi saya rasa Pak SBY sudah benar mengatakan ini hanya menggangu hubungan Indonesia dan Malaysia," tandasnya.
menurutnya, jika publik di tanah air tersulut dengan komentar Zainuddin, maka yang bersangkutan akan mendapat legitimasi demokrasi di Indonesia tidak patut ditiru Malaysia.
"Kalau menurut saya, jangan terlalu reaktif. Karena kita akan terpancing, orang seperti itu akan mendapatkan legitimasi akan seperti itu, udah diamkan saja. Ini mengganggu saja," pungkasnya.
Untuk informasi Zainuddin Maidin melakukan penghinaan kepada mantan Presiden RI BJ Habibie dan Almarhum Gus Dur, menurut dia dua mantan presiden Indonesia ini kerap ikut campur dalam politik Malaysia dan suka mengajarkan demokrasi di negeri Malaysia itu.
Karena, hal itu bukanlah pernyataan resmi pemerintah Malaysia, melainkan hanya sekedar ucapan individu semata dari mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin. Oleh sebab itu tidak perlu SBY menegur Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
"Kalau menurut kita begini, dia itu kan bukan lagi bagian dari pemerintah. Ini mantan pemerintah, masa pemerintah harus bertanggung jawab, yah enggak (menegur) lah," kata Pengamat Hubungan Internasional Hikmahanto Juwana saat dihubungi Sindonews, Jumat (21/12/2012).
Oleh karenanya, masyarakat Indonesia diminta untuk dapat membedakan mana komentar yang disampaikan pemerintah Malaysia dan mana yang bukan.
"Kalau menurut saya kita harus bedakan, kalau untuk pejabat yang mengatakan hinaan seperti itu, iyah saya pun marah. Tapi, oleh karena dia bukan bagian pemerintah, jadi saya rasa Pak SBY sudah benar mengatakan ini hanya menggangu hubungan Indonesia dan Malaysia," tandasnya.
menurutnya, jika publik di tanah air tersulut dengan komentar Zainuddin, maka yang bersangkutan akan mendapat legitimasi demokrasi di Indonesia tidak patut ditiru Malaysia.
"Kalau menurut saya, jangan terlalu reaktif. Karena kita akan terpancing, orang seperti itu akan mendapatkan legitimasi akan seperti itu, udah diamkan saja. Ini mengganggu saja," pungkasnya.
Untuk informasi Zainuddin Maidin melakukan penghinaan kepada mantan Presiden RI BJ Habibie dan Almarhum Gus Dur, menurut dia dua mantan presiden Indonesia ini kerap ikut campur dalam politik Malaysia dan suka mengajarkan demokrasi di negeri Malaysia itu.
(mhd)