Dianggap gila, Indonesia tak perlu tanggapi Zainuddin
Jum'at, 21 Desember 2012 - 11:48 WIB
Dianggap gila, Indonesia tak perlu tanggapi Zainuddin
A
A
A
Sindonews.com - Penghinaan mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainuddin Maidin diminta untuk tidak ditanggapi pemerintah maupun masyarakat. Soalnya, apa yang disampaikan oleh Zainudin tidak lebih baik dari orang yang sedang sakit jiwa yang tak perlu mendapatkan respon.
"Kalau menurut saya, enggak usah tanggepin komentar (Zainuddin) Maidin yang menghina Pak Habibie, almarhum Gus Dur maupu Pak Amin Rais, karena dia ini sudah seperti orang gila," kata Pengamat Politik Hubungan Internasional Hikmahanto Juwana saat dihubungi Sindonews, Jumat (21/12/2012).
Dia menilai, Zainuddin hanya seorang yang bertentangan dengan kebijakan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim yang tengah belajar demokrasi di Indonesia untuk bisa diterapkan di negaranya.
"Karena ini, dia sangat khawatir dengan Anwar Ibrahim. Nah Anwar ingin proses demokrasi, dia melihat demokrasi ke Indonesia, yang memang pendorong Malaysia ingin berdemokrasi," pungkasnya.
Lebih lanjut dia menegaskan, kekhawatiran yang dirasakan oleh Zainuddin karena Indonesia dianggap gagal dalam menjalankan demokrasi, sehingga dirinya berharap agar Malaysia tidak mencontoh Indonesia.
"Dia khawatir Malaysia, menjadi demokratis ya kaya (seperti) Indonesia yang dia melihat hancur-hancuran. Oleh karena itu, dia akan banyak mencemooh yang mendorong dan berharap mudah-mudahan publik di Indonesia marah hingga akhirnya dia bisa berkata kepada masyarakat Malaysia, agar tidak mencontoh rakyat Indonesia," tandasnya.
Atas upaya itu, Hikmahanto kembali menyarankan, agar masyarakat Indonesia tidak menggubris apa yang disampaikan Zainuddin tersebut.
"Sudah cuekin saja, kan dia bukan dari bagian pemerintahan. Saya rasa kalau itu keluar dari pemerintahan Malaysia baru kita bisa marah," pesannya.
"Kalau menurut saya, enggak usah tanggepin komentar (Zainuddin) Maidin yang menghina Pak Habibie, almarhum Gus Dur maupu Pak Amin Rais, karena dia ini sudah seperti orang gila," kata Pengamat Politik Hubungan Internasional Hikmahanto Juwana saat dihubungi Sindonews, Jumat (21/12/2012).
Dia menilai, Zainuddin hanya seorang yang bertentangan dengan kebijakan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim yang tengah belajar demokrasi di Indonesia untuk bisa diterapkan di negaranya.
"Karena ini, dia sangat khawatir dengan Anwar Ibrahim. Nah Anwar ingin proses demokrasi, dia melihat demokrasi ke Indonesia, yang memang pendorong Malaysia ingin berdemokrasi," pungkasnya.
Lebih lanjut dia menegaskan, kekhawatiran yang dirasakan oleh Zainuddin karena Indonesia dianggap gagal dalam menjalankan demokrasi, sehingga dirinya berharap agar Malaysia tidak mencontoh Indonesia.
"Dia khawatir Malaysia, menjadi demokratis ya kaya (seperti) Indonesia yang dia melihat hancur-hancuran. Oleh karena itu, dia akan banyak mencemooh yang mendorong dan berharap mudah-mudahan publik di Indonesia marah hingga akhirnya dia bisa berkata kepada masyarakat Malaysia, agar tidak mencontoh rakyat Indonesia," tandasnya.
Atas upaya itu, Hikmahanto kembali menyarankan, agar masyarakat Indonesia tidak menggubris apa yang disampaikan Zainuddin tersebut.
"Sudah cuekin saja, kan dia bukan dari bagian pemerintahan. Saya rasa kalau itu keluar dari pemerintahan Malaysia baru kita bisa marah," pesannya.
(mhd)