Saksi bantah Hartati sokong dana survei Amran
Kamis, 20 Desember 2012 - 18:04 WIB
Saksi bantah Hartati sokong dana survei Amran
A
A
A
Sindonews.com - Pemilik lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SRMC) Saiful Mujani membantah dirinya menerima sejumlah uang atas jasa survei yang dilakukan untuk Bupati Buol Amran Batalipu berasal dari Hartati Murdaya.
Menurut Saiful yang kala itu menjadi saksi di persidangan untuk terdakwa Amran Batalipu menjelaskan, dana untuk survei itu berasal dari Direktur PT HIP Totok Lestiyo.
“Ada kontrak kerja antara saya dan Pak Totok terkait survei itu.Tidak ada dana dari Hartati. Semua dari Pak Totok, dan Pak Totok juga tidak menyebut nama Ibu Hartati,” kata Saiful saat bersaksi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Menurutnya, survei yang dilakukan sebanyak dua kali pada Februari dan Juni dihargai dengan nilai kontrak Rp300 juta dan Rp150 juta.
Sebelum survei, kata Saiful, dirinya pernah bertemu dengan Amran di PRJ atas undangan Totok. Namun, dalam pertemuan tersebut Hartati tidak memberikan pernyataan sedikitpun dalam pertemuan itu.
“Saat itu saya dikenalkan oleh Pak Totok ke Pak Amran. Setelah sekian lama bertemu dan saya diminta menjelaskan ke Pak Amran tentang manfaat survei, Ibu Hartati datang, tapi hanya mendengarkan saja, tidak ada komentar,” tukasnya.
Saat disinggung mengenai antara Totok dengan Amran, Saiful pun mengaku tidak tahu menahu persoalan itu. Menurutnya, dia hanya menjalankan permintaan Totok untuk melakukan survei elektabilitas.
“Saya tidak tahu persis. Pak Totok hanya bilang punya kebun di Buol,” imbuhnya.
Bahkan, saat ditanyai apakah itu ada kaitannya dengan mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Saiful mengatakan dia tidak tahu menahu soal itu.
“Tidak pernah. Saat bertemu di PRJ pun, Ibu Hartati tidak berkomentar sama sekali. Dia hanya mendengarkan penjelasan saya,” pungkasnya.
Menurut Saiful yang kala itu menjadi saksi di persidangan untuk terdakwa Amran Batalipu menjelaskan, dana untuk survei itu berasal dari Direktur PT HIP Totok Lestiyo.
“Ada kontrak kerja antara saya dan Pak Totok terkait survei itu.Tidak ada dana dari Hartati. Semua dari Pak Totok, dan Pak Totok juga tidak menyebut nama Ibu Hartati,” kata Saiful saat bersaksi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Menurutnya, survei yang dilakukan sebanyak dua kali pada Februari dan Juni dihargai dengan nilai kontrak Rp300 juta dan Rp150 juta.
Sebelum survei, kata Saiful, dirinya pernah bertemu dengan Amran di PRJ atas undangan Totok. Namun, dalam pertemuan tersebut Hartati tidak memberikan pernyataan sedikitpun dalam pertemuan itu.
“Saat itu saya dikenalkan oleh Pak Totok ke Pak Amran. Setelah sekian lama bertemu dan saya diminta menjelaskan ke Pak Amran tentang manfaat survei, Ibu Hartati datang, tapi hanya mendengarkan saja, tidak ada komentar,” tukasnya.
Saat disinggung mengenai antara Totok dengan Amran, Saiful pun mengaku tidak tahu menahu persoalan itu. Menurutnya, dia hanya menjalankan permintaan Totok untuk melakukan survei elektabilitas.
“Saya tidak tahu persis. Pak Totok hanya bilang punya kebun di Buol,” imbuhnya.
Bahkan, saat ditanyai apakah itu ada kaitannya dengan mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Saiful mengatakan dia tidak tahu menahu soal itu.
“Tidak pernah. Saat bertemu di PRJ pun, Ibu Hartati tidak berkomentar sama sekali. Dia hanya mendengarkan penjelasan saya,” pungkasnya.
(rsa)