PT HIP inisiator survei Amran Batalipu

Kamis, 20 Desember 2012 - 17:48 WIB
PT HIP inisiator survei...
PT HIP inisiator survei Amran Batalipu
A A A
Sindonews.com - PT Hardaya Inti Plantation (HIP) diketahui sebagai inisiator survei elektabilitas calon bupati di Buol Amran Batalipu, kala itu. Melalui Direktur PT HIP Totok Lestiyono lembaga survei yang digunakan adalah Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC). Inisiatif mencarikan lembaga survei tersebut untuk menyelamatkan lahan perkebunan milik PT HIP.

Saiful Munjani yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Amran Batalipu membenarkan fakta tersebut. Diakuinya, saat itu pihaknya belum mengetahui secara rinci kepentingan PT HIP memintanya untuk melakukan survei terhadap elektabilitas Amran Batalipu.

"Pak Totok pernah bilang punya kebun (di Buol). Tapi dia mintanya survei untuk melihat bagaimana opini masyarakat di sana terhadap berbagai masalah Buol jelang Pemilukada," jelas Saiful di hadapan Majelis Hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Saiful mengaku tak mengetahui siapa yang memerintah Totok menghubunginya, yang pasti Totok dikenal sebagai orangnya Hartati Murdaya. "Selama ini saya mengenalnya sebagai orang Ibu Hartati, posisi persis saya enggak tahu," tukasnya.

Menurut Saiful, setelah mendapatkan tawaran survei pihaknya langsung bergerak. Pihaknya kemudian bertemu dengan Amran Batalipu dan Hartati Murdaya di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran. "Pak Totok memperkenalkan, dan suruh menjelaskan survei. Disitu saya hanya diam saja," papar Saiful.

Usai pertemuan tersebut, Saiful mengaku membentuk tim untuk kemudian melakukan survei pada 1-10 Februari 2012 dengan dana Rp300 juta yang sumber uangnya berasal dari Totok Lestiyono.

"Survei standar kita lakukan assesment bagaimana masyarakat menilai bagaimana pandangan masyarakat," ujarnya.

Dari survei pertama yang dilakukan, posisi Amran teratas mengalahkan lawan-lawan.

"Bulan Juni 2012, awal Pak Totok kontak saya minta lagi survei dan minta saya jadi penasihat untuk Pak Amran. Sempat juga Pak Amran telepon membenarkan permintaan Pak Totok," terangnya.

Namun, riset yang kedua, elektabilitas Amran terpuruk. "Saat itu saya berada di Amerika Serikat asisten saya mengabari jika hasil survei lawan Pak Amran mengalami kemajuan," jelasnya.

Amran yang kecewa dengan hasil survei itu akhirnya membatalkan rencana pendampingan oleh Saiful selama 2 minggu. "Nilai survei Rp150 juta, tadinya Rp300 juta untuk pendampingan Pak Amran selama 2 minggu, tapi mungkin karena ada kesalahpahaman Pak Amran tidak berkenan dengan survei," imbuhnya.
(lns)
Berita Terkait
Bupati Buol Akui Terima...
Bupati Buol Akui Terima Duit Rp160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, JPU Akan Analisis
Bupati Buol Akui Terima...
Bupati Buol Akui Terima Duit Rp160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK dari Terdakwa RPTKA
Mantan Kepala BPN Riau...
Mantan Kepala BPN Riau Jadi Tersangka Suap Pengurusan HGU
Kades Dikeroyok Warga...
Kades Dikeroyok Warga Gara-gara Mengingkatkan Salat Ied di Rumah
Kasus Korupsi Bupati...
Kasus Korupsi Bupati Kuansing, KPK Periksa Kepala Kanwil BPN Riau
Komitmen Berantas Korupsi,...
Komitmen Berantas Korupsi, PTPN Respons Mantan Pejabat Jadi Tersangka KPK
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
Cara Mengecek Status...
Cara Mengecek Status Akreditasi Perguruan Tinggi di BAN PT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved