Awas teror bom di malam Natal
Rabu, 19 Desember 2012 - 20:02 WIB
Awas teror bom di malam Natal
A
A
A
Sindonews.com - Asisten Bidang Intelijen Kodam IV/Diponegoro, Kolonel Ketut Adi, mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, benih–benih gerakan terorisme ataupun radikalisme masih ada di wilayah di Jawa Tengah.
“Untuk aksi teror perlu di waspadai di daerah Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, itu berdasarkan informasi yang kami dapat, selain itu indikasi itu didasarkan pada beberapa penangkapan terduga teroris di wilayah tersebut,” ungkapnya saat paparan di Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin Candi Pengamanan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013 di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (19/12/2012)
Aksi teror itu, lanjut Ketut, bisa dilakukan dengan cara peledakan bom ditempat tertentu maupun penyerangan berupa penembakan di pos–pos pengamanan Natal dan Tahun Baru.
“Pemicunya disinyalir merupakan aksi balas dendam, memanfaatkan momentum Natal dan Tahun Baru itu,” tambahnya.
Sementara untuk gerakan radikal, kata Ketut, juga disinyalir akan terjadi di momentum perayaan Natal. Informasi yang didapat pihaknya, akan ada gerakan penolakan dan pembubaran perayaan di sekitar alun–alun Ungaran, Kabupaten Semarang.
“Informasi yang kami dapat, itu akan dilakukan oleh ormas – ormas (organisasi masyarakat) tertentu, kami tentu saja sudah melakukan berbagai persiapan, termasuk menurunkan tim khusus, juga akan ada penambahan personil di sektor intelijen, selain tempat–tempat itu, kawasan Solo Raya juga menjadi perhatian kami,” bebernya.
Kepala Biro Operasi Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Subandi, mengakui perkembangan gerakan terorisme di Jawa Tengah cukup signifikan. Gerakan–gerakan itu sudah masuk ke usia remaja, bahkan anak–anak.
“Beberapa gangguan yang kerap terjadi di momentum perayaan umat Nasrani itu beragam, mulai dari pelemparan, pembakaran gereja hingga penganiayaan,"katanya.
Selain itu, lanjutnya, perlu diwaspadai aksi massa yang bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan). Kodam sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan.
“Untuk aksi teror perlu di waspadai di daerah Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, itu berdasarkan informasi yang kami dapat, selain itu indikasi itu didasarkan pada beberapa penangkapan terduga teroris di wilayah tersebut,” ungkapnya saat paparan di Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin Candi Pengamanan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013 di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (19/12/2012)
Aksi teror itu, lanjut Ketut, bisa dilakukan dengan cara peledakan bom ditempat tertentu maupun penyerangan berupa penembakan di pos–pos pengamanan Natal dan Tahun Baru.
“Pemicunya disinyalir merupakan aksi balas dendam, memanfaatkan momentum Natal dan Tahun Baru itu,” tambahnya.
Sementara untuk gerakan radikal, kata Ketut, juga disinyalir akan terjadi di momentum perayaan Natal. Informasi yang didapat pihaknya, akan ada gerakan penolakan dan pembubaran perayaan di sekitar alun–alun Ungaran, Kabupaten Semarang.
“Informasi yang kami dapat, itu akan dilakukan oleh ormas – ormas (organisasi masyarakat) tertentu, kami tentu saja sudah melakukan berbagai persiapan, termasuk menurunkan tim khusus, juga akan ada penambahan personil di sektor intelijen, selain tempat–tempat itu, kawasan Solo Raya juga menjadi perhatian kami,” bebernya.
Kepala Biro Operasi Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Subandi, mengakui perkembangan gerakan terorisme di Jawa Tengah cukup signifikan. Gerakan–gerakan itu sudah masuk ke usia remaja, bahkan anak–anak.
“Beberapa gangguan yang kerap terjadi di momentum perayaan umat Nasrani itu beragam, mulai dari pelemparan, pembakaran gereja hingga penganiayaan,"katanya.
Selain itu, lanjutnya, perlu diwaspadai aksi massa yang bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan). Kodam sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan.
(ysw)