Mantan Sekjen Kemenkeu tutupi kenaikan proyek Hambalang
Rabu, 19 Desember 2012 - 16:04 WIB
Mantan Sekjen Kemenkeu tutupi kenaikan proyek Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Mulia P Nasution akhirnya merampungkan pemeriksaannya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi pembangunan sport center, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Saat disinggung mengenai pemeriksaanya hari ini, Mulia mengaku dicecar pertanyaan oleh penyidik seputar anggaran proyek yang diajukan ke Kemenkeu melalui dirinya.
“Tadi diperiksa sebagai saksi atas perkara Pak Andi dan Pak Dedy. Pertanyaan yang diajukan kepada saya seputar disposisi yang saya teliti dan pendapat yang ditujukan kepada Dirjen Anggaran,“ kata Mulia sesaat sebelum meninggalkan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Mulia pun hanya mau memberikan keterangan dirinya hanya menjawab sekira 17 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik.
Ketika disinggung mengenai kejanggalan kenaikan nilai proyek Hambalang dari dana awalnya yang bernilai Rp125 miliar menjadi Rp2,5 triliun, Mulia pun berusaha menutupinya dan beralasan tidak tahu menahu soal itu.
“Yang menyangkut materi saya tidak bisa jawab. Itu tadi juga tidak ditanyakan,“ kilahnya.
Bahkan, Mulia pun tetap tidak mau memberikan tanggapan atas masuknya namanya dalam audit yang telah dilakukan BPK dalam pelanggaran kasus korupsi tersebut. Dia pun beralasan, dirinya tidak ditanyakan mengenai hal tersebut.
“Saya tidak ditanyakan mengenai substansi. Yang ditanyakan mengenai disposisi waktu saya membagikan surat sebagai sekjen,“ tegasnya.
Saat disinggung mengenai pemeriksaanya hari ini, Mulia mengaku dicecar pertanyaan oleh penyidik seputar anggaran proyek yang diajukan ke Kemenkeu melalui dirinya.
“Tadi diperiksa sebagai saksi atas perkara Pak Andi dan Pak Dedy. Pertanyaan yang diajukan kepada saya seputar disposisi yang saya teliti dan pendapat yang ditujukan kepada Dirjen Anggaran,“ kata Mulia sesaat sebelum meninggalkan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Mulia pun hanya mau memberikan keterangan dirinya hanya menjawab sekira 17 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik.
Ketika disinggung mengenai kejanggalan kenaikan nilai proyek Hambalang dari dana awalnya yang bernilai Rp125 miliar menjadi Rp2,5 triliun, Mulia pun berusaha menutupinya dan beralasan tidak tahu menahu soal itu.
“Yang menyangkut materi saya tidak bisa jawab. Itu tadi juga tidak ditanyakan,“ kilahnya.
Bahkan, Mulia pun tetap tidak mau memberikan tanggapan atas masuknya namanya dalam audit yang telah dilakukan BPK dalam pelanggaran kasus korupsi tersebut. Dia pun beralasan, dirinya tidak ditanyakan mengenai hal tersebut.
“Saya tidak ditanyakan mengenai substansi. Yang ditanyakan mengenai disposisi waktu saya membagikan surat sebagai sekjen,“ tegasnya.
(rsa)