Lewat Adhyaksa, peran Andi Mallarangeng makin terkuak
Selasa, 18 Desember 2012 - 18:13 WIB
Lewat Adhyaksa, peran Andi Mallarangeng makin terkuak
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault merampungkan pemeriksaannya dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan Adhyaksa terkait terkait kasus korupsi pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat.
Adhyaksa mengakui, pemeriksaannya itu berkaitan dengan peran Andi Alfian Mallarangeng yang telah dijadikan tersangka dalam proyek bernilai Rp2,5 triliun itu.
"Jadi saya diperiksa sebagai saksi untuk (tersangka) Andi Mallarangeng," kata Adyaksa di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).
Dia berkilah, selama dirinya menjabat sebagai Menpora, pihaknya hanya mengajukan anggaran Rp125 miliar, dengan sistem single year untuk proyek Hambalang.
"Pada saat itu, disusun anggaran untuk mendirikan sekolah olahraga berdasar rencana 2006 tapi hanya boleh dua lantai yaitu dua lantai ke atas dan dua ke bawah," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengaku bingung ketika pada masa jabatan Menpora Andi Mallarangeng, anggaran pembangunan Hambalang berubah fantastis dengan sistem multy years.
"Kenapa jadi Rp2,5 triliun, itu mana saya tahu, tanya pengganti saya (Andi Mallarangeng) kenapa jadi segitu," pungkasnya.
Adhyaksa mengakui, pemeriksaannya itu berkaitan dengan peran Andi Alfian Mallarangeng yang telah dijadikan tersangka dalam proyek bernilai Rp2,5 triliun itu.
"Jadi saya diperiksa sebagai saksi untuk (tersangka) Andi Mallarangeng," kata Adyaksa di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).
Dia berkilah, selama dirinya menjabat sebagai Menpora, pihaknya hanya mengajukan anggaran Rp125 miliar, dengan sistem single year untuk proyek Hambalang.
"Pada saat itu, disusun anggaran untuk mendirikan sekolah olahraga berdasar rencana 2006 tapi hanya boleh dua lantai yaitu dua lantai ke atas dan dua ke bawah," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengaku bingung ketika pada masa jabatan Menpora Andi Mallarangeng, anggaran pembangunan Hambalang berubah fantastis dengan sistem multy years.
"Kenapa jadi Rp2,5 triliun, itu mana saya tahu, tanya pengganti saya (Andi Mallarangeng) kenapa jadi segitu," pungkasnya.
(maf)