Marzuki akan salat istighosah untuk Demokrat
Senin, 17 Desember 2012 - 14:24 WIB
Marzuki akan salat istighosah untuk Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie menganggap, pidato yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (Wanbin) PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Sentul, Bogor, sebagai pidato yang tidak berlebihan.
Khususnya pidato SBY yang menyatakan, jika Partai Demokrat kalah, maka siap menjadi partai oposisi. Jika tidak memenangkan Pemilu pada 2014 mendatang.
"Dalam politik itu biasa ada menang ada kalah. Kalau mau menang terus jadi Tuhan kita. Roda (terus) berputar kan , kita harus siap mental. Jangan Mentang-mentang jadi pejabat lupa ke bawah, jadi sewaktu enggak menjabat lagi jadi sakit stroke, mati. Jadi enggak usah pidato itu dianggap aneh," ujarnya yang juga menjadi Ketua DPR itu di Gedung DPR, Senin (17/12/2012).
Dikatakannya, SBY menyampaikan hal tersebut sebagai sikap antisipasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Menurutnya, SBY tetap mengajak seluruh kadernya untuk tetap berjuang dan berani mengoreksi kesalahan yang telah dilakukan serta bertaubat.
"Nanti saya buat (salat) istighosah nasional khusus demokrat," tambah Marzuki.
Ketika ditanyakan soal target SBY dalam perolehan suara sebesar 15 persen, Marzuki menganggap hal itu sebagai sebuah langkah konservatif.
"Sama seperti waktu itu SBY bilang jangan kurang dari 10 persen tapi dapat 20 (persen). Lebih baik kita konservatif, kalau orang bilang kan lebih baik kita merendah diri saja. Itu kan alternatif terburuk kita berjuang mana tahu nanti ada kader Demokrat yang jadi presiden," imbuhnya.
Seperti diketahui, pidato Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta target partainya minimal tiga besar dengan perolehan minimal 15 persen suara.
SBY dalam pidatonya juga menegaskan, partainya siap menang dan siap kalah. Masih dalam momen yang sama SBY mengimbau seluruh kadernya, partai harus mencapai prestasi dengan kerja keras bahkan siap menjadi oposisi jika tidak memenangkan Pemilu.
Khususnya pidato SBY yang menyatakan, jika Partai Demokrat kalah, maka siap menjadi partai oposisi. Jika tidak memenangkan Pemilu pada 2014 mendatang.
"Dalam politik itu biasa ada menang ada kalah. Kalau mau menang terus jadi Tuhan kita. Roda (terus) berputar kan , kita harus siap mental. Jangan Mentang-mentang jadi pejabat lupa ke bawah, jadi sewaktu enggak menjabat lagi jadi sakit stroke, mati. Jadi enggak usah pidato itu dianggap aneh," ujarnya yang juga menjadi Ketua DPR itu di Gedung DPR, Senin (17/12/2012).
Dikatakannya, SBY menyampaikan hal tersebut sebagai sikap antisipasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Menurutnya, SBY tetap mengajak seluruh kadernya untuk tetap berjuang dan berani mengoreksi kesalahan yang telah dilakukan serta bertaubat.
"Nanti saya buat (salat) istighosah nasional khusus demokrat," tambah Marzuki.
Ketika ditanyakan soal target SBY dalam perolehan suara sebesar 15 persen, Marzuki menganggap hal itu sebagai sebuah langkah konservatif.
"Sama seperti waktu itu SBY bilang jangan kurang dari 10 persen tapi dapat 20 (persen). Lebih baik kita konservatif, kalau orang bilang kan lebih baik kita merendah diri saja. Itu kan alternatif terburuk kita berjuang mana tahu nanti ada kader Demokrat yang jadi presiden," imbuhnya.
Seperti diketahui, pidato Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta target partainya minimal tiga besar dengan perolehan minimal 15 persen suara.
SBY dalam pidatonya juga menegaskan, partainya siap menang dan siap kalah. Masih dalam momen yang sama SBY mengimbau seluruh kadernya, partai harus mencapai prestasi dengan kerja keras bahkan siap menjadi oposisi jika tidak memenangkan Pemilu.
(mhd)