Keuntungan proyek PLTS capai Rp2,2 M
Kamis, 13 Desember 2012 - 18:54 WIB
Keuntungan proyek PLTS capai Rp2,2 M
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Wakil Direktur Keuangan PT Anugrah Nusantara Yulianis mengklaim dirinya memiliki peranan dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).
"Saya ditugaskan untuk membuat laporan rugi laba termasuk untuk proyek PT Alfindo," kata Yulianis saat bersaksi dalam persidangan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Menurut Yulianis, laporan rugi laba itu dilaporkannya kepada Muhammad Nazaruddin dan Neneng.
"Keuntungan dari proyek PLTS kurang lebih Rp2,2 miliar," imbuhnya.
Yulianis juga mengatakan, keuntungannya tersebut tetap masuk ke rekening PT Alfindo yang berada di Jalan Veteran. Rekening itu juga dikatakan sudah ada saat dia masuk ke Anugerah pada awal September 2008.
"Saya diberitahu penyidik, rekening itu ternyata sudah ada sejak 2007," terangnya.
Yulianis menjelaskan, pada tahun 2008, cek PT Alfindo dan perusahaan lainnya yang berada di bawah Permai Grup yang dipegang Neneng. Sebab Yulianis melaporkan setiap pengeluaran kepada Neneng.
Menurutnya banyak perusahaan yang berada di bawah Permai Grup. Salah satunya adalah PT Anugrah Nusantara. "Ada 23 perusahaan," kata dia.
Selain itu, Yulianis menjelaskan, ada juga perusahaan pinjaman. PT Alfindo dan PT Nuratindo termasuk dalam perusahaan pinjaman. "Ada 25 perusahaan pinjaman," ujar Yulianis.
Perusahaan pinjaman itu kata Yulianis, hanya dipakai dalam proyek-proyek saja. Menurutnya banyaknya perusahaan pinjaman supaya dapat diikutsertakan dalam tender proyek. "Hanya dibayar fee satu persen," ujarnya.
"Saya ditugaskan untuk membuat laporan rugi laba termasuk untuk proyek PT Alfindo," kata Yulianis saat bersaksi dalam persidangan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Menurut Yulianis, laporan rugi laba itu dilaporkannya kepada Muhammad Nazaruddin dan Neneng.
"Keuntungan dari proyek PLTS kurang lebih Rp2,2 miliar," imbuhnya.
Yulianis juga mengatakan, keuntungannya tersebut tetap masuk ke rekening PT Alfindo yang berada di Jalan Veteran. Rekening itu juga dikatakan sudah ada saat dia masuk ke Anugerah pada awal September 2008.
"Saya diberitahu penyidik, rekening itu ternyata sudah ada sejak 2007," terangnya.
Yulianis menjelaskan, pada tahun 2008, cek PT Alfindo dan perusahaan lainnya yang berada di bawah Permai Grup yang dipegang Neneng. Sebab Yulianis melaporkan setiap pengeluaran kepada Neneng.
Menurutnya banyak perusahaan yang berada di bawah Permai Grup. Salah satunya adalah PT Anugrah Nusantara. "Ada 23 perusahaan," kata dia.
Selain itu, Yulianis menjelaskan, ada juga perusahaan pinjaman. PT Alfindo dan PT Nuratindo termasuk dalam perusahaan pinjaman. "Ada 25 perusahaan pinjaman," ujar Yulianis.
Perusahaan pinjaman itu kata Yulianis, hanya dipakai dalam proyek-proyek saja. Menurutnya banyaknya perusahaan pinjaman supaya dapat diikutsertakan dalam tender proyek. "Hanya dibayar fee satu persen," ujarnya.
(rsa)