Demokrat dicap partai koruptor, Hayono bantah
Kamis, 13 Desember 2012 - 11:03 WIB
Demokrat dicap partai koruptor, Hayono bantah
A
A
A
Sindonews.com - Banyaknya kader Partai Demokrat (PD) yang dijadikan tersangka dalam beberapa kasus korupsi terakhir, memberikan kesan PD adalah partai koruptor.
Anggota Dewan Pembina PD Hayono Isman membantah hal tersebut. Selain itu dia menampik, jika partainya selalu kecolongan dengan oknum koruptor dalam tubuh partai berlambang bintang mercy itu.
"Mungkin bukan kecolongan, demokrasi yang sudah tua pun (bisa terjadi), anggota dewan masih ada yang korupsi. Kita tetap berjuang yang korupsi akan kita hilangkan," kata Hayono Isman Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2012).
Hayono menjelaskan, terkait Andi Mallarangeng yang dijadikan tersangka kasus korupsi Hambalang, itu bukan kesalahan dari partai.
"Ini tidak ada yang bisa menjamin, inilah proses generalisasi, yang salah kita manusia penuh dengan kekurangan. Sistemnya akan senantiasa kita perbaiki. Jadi siapapun yang melakukan korupsi, tentunya kita harus habisi," ucapnya.
Diketahui, beberapa mantan dan kader PD saat ini tengah berada dalam jeratan hukum. Sebut saja M Nazaruddin terpidana tindak pidana korupsi suap-menyuap terkait dengan pembangunan wisma atlet untuk SEA Games ke-26 di Palembang, Sumatera Selatan.
Kemudian Angelina Sondakh (Angie) sama halnya dengan M Nazaruddin, mantan Putri Indonesia 2001 ini tengah menjalani persidangan sebagai terdakwa atas kasus korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Angelina Sondakh.
Setelah itu, muncul nama Siti Hartati Murdaya, kini dia menjadi terdakwa dalam kasus penyuapan pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan Buol, terhadap Bupati Buol Amran Batalipu, Sulawesi Tengah.
Yang terbaru adalah, ditetapkannya Andi Mallarangeng menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi Hambalang, Bogor, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akibat statusnya itu, Andi mundur dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta Sekretaris Dewan Pembina PD.
Anggota Dewan Pembina PD Hayono Isman membantah hal tersebut. Selain itu dia menampik, jika partainya selalu kecolongan dengan oknum koruptor dalam tubuh partai berlambang bintang mercy itu.
"Mungkin bukan kecolongan, demokrasi yang sudah tua pun (bisa terjadi), anggota dewan masih ada yang korupsi. Kita tetap berjuang yang korupsi akan kita hilangkan," kata Hayono Isman Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2012).
Hayono menjelaskan, terkait Andi Mallarangeng yang dijadikan tersangka kasus korupsi Hambalang, itu bukan kesalahan dari partai.
"Ini tidak ada yang bisa menjamin, inilah proses generalisasi, yang salah kita manusia penuh dengan kekurangan. Sistemnya akan senantiasa kita perbaiki. Jadi siapapun yang melakukan korupsi, tentunya kita harus habisi," ucapnya.
Diketahui, beberapa mantan dan kader PD saat ini tengah berada dalam jeratan hukum. Sebut saja M Nazaruddin terpidana tindak pidana korupsi suap-menyuap terkait dengan pembangunan wisma atlet untuk SEA Games ke-26 di Palembang, Sumatera Selatan.
Kemudian Angelina Sondakh (Angie) sama halnya dengan M Nazaruddin, mantan Putri Indonesia 2001 ini tengah menjalani persidangan sebagai terdakwa atas kasus korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Angelina Sondakh.
Setelah itu, muncul nama Siti Hartati Murdaya, kini dia menjadi terdakwa dalam kasus penyuapan pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan Buol, terhadap Bupati Buol Amran Batalipu, Sulawesi Tengah.
Yang terbaru adalah, ditetapkannya Andi Mallarangeng menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi Hambalang, Bogor, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akibat statusnya itu, Andi mundur dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta Sekretaris Dewan Pembina PD.
(maf)