Ladeni Malaysia, ibarat membunuh nyamuk dengan meriam

Kamis, 13 Desember 2012 - 07:33 WIB
Ladeni Malaysia, ibarat...
Ladeni Malaysia, ibarat membunuh nyamuk dengan meriam
A A A
Sindonews.com - Sebagai negara besar dan beradab, Indonesia mestinya tidak mudah terpancing dengan segala macam bentuk provokasi dari negara tetangga Malaysia. Apalagi sampai melancarkan serangan militer dan perang. Karena bagi Indonesia, Malaysia ibarat seekor nyamuk yang tidak perlu dibunuh dengan meriam.

Pernyataan keras itu diungkapkan pengamat politik internasional Hikmahanto Juwana. Menurut Hikmahanto, perang dengan Malaysia tak ada untungnya bagi Indonesia. Sebalikya, perang dengan Malaysia hanya akan menunjukkan kedangkalan berpikir rakyat Indonesia.

"Jika kita mengambil langkah serius, diibaratkan membunuh nyamuk dengan meriam. Untuk apa? Tidak ada artinya," ujar Hikmahanto saat dihubungi Sindonews, di Jakarta, Kamis (13/12/2012).

Untuk itu, dia meminta kepada wakil rakyat di Senayan, untuk tidak mudah tersulut emosi dengan pernyataan Mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidun yang menyebut Presiden RI ke-3 BJ Habibie sebagai the dog of imperialism.

"Kita tidak perlu reaktif menanggapi permasalahan ini. Apalagi sampai DPR menindak. Jika Indonesia mudah terpancing oleh pernyataan itu, dari pihak Malaysia, Indonesia malah direndahkan," terangnya.

Dia menambahkan, pernyataan yang disampaikan oleh Mantan Menteri Penerangan Malaysia itu bukanlah ditujukan oleh Presiden RI ke-3, melainkan kepada Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

"Memang ada kata-kata yang menyebutkan Presiden RI ke-3, lagi pula pernyataan itu kan ditujukan kepada Anwar Ibrahim, hanya saja dianalogikan ke Habibie," tambah Hikmahanto.

Terlebih, penyataan itu dilontarkan oleh mantan menteri, dan bukanlah seorang menteri yang kini tengah menjabat. Karena, pernyataan seorang mantan menteri dengan menteri yang tengah menjabat saat ini jelas berbeda. Berbeda jika dilihat dari segi politik, hal itu sudah tidak berarti karena tidak memiliki power.

"Jangan sering-seringlah Pemerintah Indonesia menanggapi serius masalah-masalah ini. Itu kan pernyataan mantan menteri, percuma saja jika hal ini terlalu diambil serius," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Pendirian Institut Teknologi...
Pendirian Institut Teknologi BJ Habibie Masuk Tahap Serah Terima Aset dan SDM
Museum BJ Habibie Kota...
Museum BJ Habibie Kota Parepare Akan Difungsikan Tahun Ini
BJ Habibie Bapak Teknologi,...
BJ Habibie Bapak Teknologi, Perintis Industri Pesawat Terbang Pertama di Indonesia
Diperkenalkan di Paris...
Diperkenalkan di Paris Airshow, Tumbang saat Krisis Moneter dan Berakhir di Museum
Bikin Bangga, Ini Peninggalan...
Bikin Bangga, Ini Peninggalan B.J Habibie di Dunia Perkeretaapian Tanah Air
Ilona, Gadis Polandia...
Ilona, Gadis Polandia yang Pernah Dekat dengan Habibie
Berita Terkini
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved