Gusar, Anas sebut Malaysia serang rasis
Rabu, 12 Desember 2012 - 19:58 WIB
Gusar, Anas sebut Malaysia serang rasis
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin yang menyebut menyebut Presiden ke-3 RI BJ Habibie dengan "The Dog of Imperialism" juga mendapat kecaman dari Ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Menurutnya Istilah yang digunakan Zainudin itu merupakan salah satu serangan "rasis" kepada (mantan) Presiden Habibie. Karena itu Anas juga secara tegas meminta kepada Zainuddin harus belajar sopan santun.
"Tentunya mantan menteri Malaysia tersebut harus diajari sopan-santun oleh partainya yakni UMNO," ujar Anas dalam keterangan persnya, Rabu (12/12/2012).
Menurutnya, tudingan yang disebutkan Zainudin terkait dengan kompetisi dalam negeri yang terjadi saat ini di Malaysia. Maka itu, dia menegaskan agar Malaysia dan siapapun untuk menghina tokoh terbaik Indonesia untuk dibawa-bawa.
"Jangan karena kompetisi politik dalam negeri, lalu dilebarkan dengan menghina (mantan) Presiden Habibie, sangat disesalkan," gusar Anas.
Kendati tulisan Zainuddin bukan sikap Pemerintah Malaysia, akan tetapi hal tersebut dinilai jangan terlalu dibiarkan atau diabaikan Pemerintah Malaysia.
"Hal ini tidak boleh diabaikan oleh Pemerintah Malaysia," cetusnya.
Mantan Ketua umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini juga berharap agar Pemerintah Indonesia tidak membiarkan pernyataan yang dinilai sangat melecehkan dan melukai bangsa Indonesia ini.
"Takzim dengan sikap (mantan) Presiden Habibie yang santai dan bermutu atas tuduhan sebagai 'the dog of imperalism'," pungkas Anas.
Baca berita terkait penghinaan Habibie Disini
Menurutnya Istilah yang digunakan Zainudin itu merupakan salah satu serangan "rasis" kepada (mantan) Presiden Habibie. Karena itu Anas juga secara tegas meminta kepada Zainuddin harus belajar sopan santun.
"Tentunya mantan menteri Malaysia tersebut harus diajari sopan-santun oleh partainya yakni UMNO," ujar Anas dalam keterangan persnya, Rabu (12/12/2012).
Menurutnya, tudingan yang disebutkan Zainudin terkait dengan kompetisi dalam negeri yang terjadi saat ini di Malaysia. Maka itu, dia menegaskan agar Malaysia dan siapapun untuk menghina tokoh terbaik Indonesia untuk dibawa-bawa.
"Jangan karena kompetisi politik dalam negeri, lalu dilebarkan dengan menghina (mantan) Presiden Habibie, sangat disesalkan," gusar Anas.
Kendati tulisan Zainuddin bukan sikap Pemerintah Malaysia, akan tetapi hal tersebut dinilai jangan terlalu dibiarkan atau diabaikan Pemerintah Malaysia.
"Hal ini tidak boleh diabaikan oleh Pemerintah Malaysia," cetusnya.
Mantan Ketua umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini juga berharap agar Pemerintah Indonesia tidak membiarkan pernyataan yang dinilai sangat melecehkan dan melukai bangsa Indonesia ini.
"Takzim dengan sikap (mantan) Presiden Habibie yang santai dan bermutu atas tuduhan sebagai 'the dog of imperalism'," pungkas Anas.
Baca berita terkait penghinaan Habibie Disini
(rsa)