Mendikbud resmikan 2 tempat penting di UI
Rabu, 12 Desember 2012 - 14:35 WIB
Mendikbud resmikan 2 tempat penting di UI
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh resmikan dua tempat penting di tanggal 12 Desember 2012 yaitu IT Training Center dan Korean Corner di Universitas Indonesia (UI) Depok.
Kedua tempat ini merupakan hasil kerja sama Indonesia dan Korea Selatan. Dengan diresmikannya kedua tempat itu diharapkan menjadi simbol kebangkitan Asia.
"Ini special date dan sebagai simbol betapa kuatnya hubungan kerja sama Indonesia dengan Korea. Simbol ini menjadi penting untuk mengembangkan teknologi dan budaya," kata Nuh usai peresmian di UI, Depok, Rabu (12/12/2012).
Menurut Nuh, kerja sama merupakan kebudayaan bersifat keabadian. Artinya, kedua negara dapat saling mengembangkan budaya dan teknologi. Dikatakan, kebudayaan Korea merupakan bagian dari kebudayaan dunia.
"Kita juga mendirikan corner di beberapa negara termasuk Korea. Ini sebagai pengantar peradaban baru dunia," pungkasnya.
Diharapkan, hubungan yang terjalin nantinya bukan hanya pemerintah dengan pemerintah saja (G2G). Tetapi juga kerja sama masyarakat dengan masyarakat.
"Tidak hanya G2G, tetapi juga people to people. Kita siap menyongsong kebangkitan Asia," kata dia.
Ke depan, sambung Nuh, Korea dapat menjadi negara pemimpin. Saat ini saja Korea sudah leading. "Dua negara ini diharap dapat menjadi pilar kebangkitan Asia," tutupnya.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI Bambang Wibawarta menambahkan, program studi Korea menjadi peringkat ketiga peminatnya. Dengan mahasiswa saat ini lebih dari 200 orang. Prodi ini baru dibuka tahun 2007 lalu, namun peminatnya sudah banyak selain Inggris dan Jepang.
"Mereka mempelajari Bahasa Indonesia dan ada pula yang masuk program reguler. Peminatnya cukup tinggi," katanya.
Kedua tempat ini merupakan hasil kerja sama Indonesia dan Korea Selatan. Dengan diresmikannya kedua tempat itu diharapkan menjadi simbol kebangkitan Asia.
"Ini special date dan sebagai simbol betapa kuatnya hubungan kerja sama Indonesia dengan Korea. Simbol ini menjadi penting untuk mengembangkan teknologi dan budaya," kata Nuh usai peresmian di UI, Depok, Rabu (12/12/2012).
Menurut Nuh, kerja sama merupakan kebudayaan bersifat keabadian. Artinya, kedua negara dapat saling mengembangkan budaya dan teknologi. Dikatakan, kebudayaan Korea merupakan bagian dari kebudayaan dunia.
"Kita juga mendirikan corner di beberapa negara termasuk Korea. Ini sebagai pengantar peradaban baru dunia," pungkasnya.
Diharapkan, hubungan yang terjalin nantinya bukan hanya pemerintah dengan pemerintah saja (G2G). Tetapi juga kerja sama masyarakat dengan masyarakat.
"Tidak hanya G2G, tetapi juga people to people. Kita siap menyongsong kebangkitan Asia," kata dia.
Ke depan, sambung Nuh, Korea dapat menjadi negara pemimpin. Saat ini saja Korea sudah leading. "Dua negara ini diharap dapat menjadi pilar kebangkitan Asia," tutupnya.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI Bambang Wibawarta menambahkan, program studi Korea menjadi peringkat ketiga peminatnya. Dengan mahasiswa saat ini lebih dari 200 orang. Prodi ini baru dibuka tahun 2007 lalu, namun peminatnya sudah banyak selain Inggris dan Jepang.
"Mereka mempelajari Bahasa Indonesia dan ada pula yang masuk program reguler. Peminatnya cukup tinggi," katanya.
(mhd)