BUMN waspadai kongkalikong di 2013

Rabu, 12 Desember 2012 - 12:00 WIB
BUMN waspadai kongkalikong...
BUMN waspadai kongkalikong di 2013
A A A
Sindonews.com - Memasuki tahun 2013, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta terus meningkatkan kinerjanya sehingga sumbangsih BUMN bagi perekonomian negara bisa lebih produktif. Salah satu upaya peningkatan produktifitas itu antara lain mencegah BUMN menjadi “sapi perahan” kekuatan politik tertentu melalui tindakan kongkalikong.

Menurut anggota DPR RI Komisi VI, Yan Herizal, kewaspadaan untuk menjauhkan BUMN dari tindakan kongkalikong itu amat diperlukan, mengingat tahun 2013 adalah tahun persipan menjelang pemilu 2014. Sehingga BUMN bakalan rentan sebagai sasaran intervensi untuk pembiayaan kampanye.

"Upaya yang urgen dilakukan antara lain dengan melakukan pembenahan dalam proses pemilihan direksi dan komisaris BUMN yang baru," katanya dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu (12/12/2012).

Dia menambahkan, modus merongrong keuangan BUMN menjelang pemilu itu bisa melalui pergantian direksi dengan menempatkan orang yang dititipkan. Untuk menciptakan mekanisme yang dapat mencegah praktik kongkalikong di perusahaan plat merah itu.

Salah satnya dengan konsisten dalam merealisasikan kebijakan memperketat seleksi direksi BUMN, melalui pengikutsertaan lembaga independen. Sehingga direksi yang terpilih benar-benar memiliki integritas kuat dan kompetensi yang memadai.

Selain itu, menurutnya, BUMN juga harus mewaspadai tindakan kongkalikong melalui proses keikutsertaan BUMN dalam tender proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah.

"Tindakan korupsi dalam pengadaan barang jasa harus diwaspadai, karena bisa menjadi lahan pencarian dana kampanye untuk kepentingan di 2014," katanya.

Untuk mencegahnya perlu merealisasikan secara serius rencana Kementerian BUMN mengikutsertakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mengkaji proses dan dokumen tender pengadaan barang atau proyek di BUMN di tahun 2013.

"Perlu keseriusan untuk mencegah kongkalikong dalam proses tender. Mengingat selama ini kerap terjadi kongkalikong untuk memenangkan tender pengadaan barang atau proyek di BUMN ke satu pihak," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Erick Thohir Ramal hanya...
Erick Thohir Ramal hanya 11 BUMN yang Bisa Setor Upeti ke Negara
DPR Didesak Bentuk Pansus...
DPR Didesak Bentuk Pansus Selidiki Dugaan Upeti Bahlil Lahadalia
Tak Pernah Bayar Upeti...
Tak Pernah Bayar Upeti ke Negara, PETI Langgar Konstitusi
Erick Thohir Lapor Rencana...
Erick Thohir Lapor Rencana Merger BUMN Galangan ke DPR
Komisi VI DPR Minta...
Komisi VI DPR Minta Performa Kementerian BUMN Terus Dijaga
Erick Thohir Pamer ke...
Erick Thohir Pamer ke DPR, Kontribusi BUMN Tembus Rp1.200 Triliun
Berita Terkini
Komjak Bakal Awasi Penanganan...
Komjak Bakal Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved