Negoisasi KPK & Istana gagal, Andi tersangka
Minggu, 09 Desember 2012 - 15:17 WIB
Negoisasi KPK & Istana gagal, Andi tersangka
A
A
A
Sindonews.com - Penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus korupsi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dinilai karena kegagalan negoisasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan pihak istana.
Anggota komisi III DPR RI Bambang Soesatyo pun mengklaim, pihaknya sudah mengetahui perihal penetapan mantan juru bicara kepresidenan tersebut menjadi tersangka jauh sebelum penetapan resmi diumumkan.
“Soal Andi Mallarangeng, saya sudah dengar tiga bulan lalu. Saya juga satu bulan lalu sudah dengar fakta-fakta dan bukti sudah lengkap. Kenapa jadi molor?,“ kata Bambang saat ditemui di Gedung Purna Wira, Jakarta Selatan, Minggu (9/12/2012).
Namun, pihaknya pun mengaku merasa bingung ketika akhirnya jadwal penetapan tersebut malah molor. Bahkan, ketika KPK melakukan pertemuan dengan istana sebelum penetapan itu.
“Kita lihat datangnya KPK ke istana adalah langkah taktis, bagaimanapun juga Andi adalah putra mahkota yang gagal jadi ketua umum partai demokrat,“ terangnya.
Namun, pihaknya pun kemudian akhirnya mengapresiasi dengan keberanian KPK yang akhirnya mencetak sejarah dengan berani untuk menetapkan Andi sebagai menteri aktif pertama yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Ini negoisasi gagal istana dengan KPK. Pihak KPK tidak mundur sedikitpun dalam penetapan Andi sebagai tersangka,“ pungkasnya.
Anggota komisi III DPR RI Bambang Soesatyo pun mengklaim, pihaknya sudah mengetahui perihal penetapan mantan juru bicara kepresidenan tersebut menjadi tersangka jauh sebelum penetapan resmi diumumkan.
“Soal Andi Mallarangeng, saya sudah dengar tiga bulan lalu. Saya juga satu bulan lalu sudah dengar fakta-fakta dan bukti sudah lengkap. Kenapa jadi molor?,“ kata Bambang saat ditemui di Gedung Purna Wira, Jakarta Selatan, Minggu (9/12/2012).
Namun, pihaknya pun mengaku merasa bingung ketika akhirnya jadwal penetapan tersebut malah molor. Bahkan, ketika KPK melakukan pertemuan dengan istana sebelum penetapan itu.
“Kita lihat datangnya KPK ke istana adalah langkah taktis, bagaimanapun juga Andi adalah putra mahkota yang gagal jadi ketua umum partai demokrat,“ terangnya.
Namun, pihaknya pun kemudian akhirnya mengapresiasi dengan keberanian KPK yang akhirnya mencetak sejarah dengan berani untuk menetapkan Andi sebagai menteri aktif pertama yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Ini negoisasi gagal istana dengan KPK. Pihak KPK tidak mundur sedikitpun dalam penetapan Andi sebagai tersangka,“ pungkasnya.
(rsa)