Hartati dikhianati anak buahnya sendiri
Jum'at, 07 Desember 2012 - 03:53 WIB
Hartati dikhianati anak buahnya sendiri
A
A
A
Sindonews.com - Bekas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya mengaku kecewa dengan perilaku anak buahnya, yang telah berkhianat.
Kuasa hukumnya Hartati, Denny Kailimang mengatakan, yang mengeluarkan dana senilai Rp2 milyar kepada Bupati Buol tanpa perintah dari dirinya adalah anak buahnya. Pengeluaran itu pun, dibagi dalam cek-cek kecil agar tidak mencolok.
“Ibu Hartati tahu belakangan ada pengeluaran dana untuk Bupati Buol. Beliau kaget dan marah, setelah mengetahui belakangan,” kata Denny Kailimang usai persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan enam orang saksi, yaitu Direktur CCM Group Kirana Wijaya, serta lima karyawan bagian finance PT HIP, Nur Afiani, Didik Kurniawan Wahyu, Benhard, dan General Manager PT HIP Seri Siriton.
Anak buah Siti Hartati Murdaya yang bekerja di PT Hardaya Inti Plantation Dede Kurniawan Wahyudi pun membenarkan bahwa atasannya tersebut menjadi otak untuk pemberian sejumlah uang kepada bupati Buol Amran Batalipu.
Menurut Dede, perintah tersebut diketahuinya dari atasannya Seri Seriton. Uang sebesar Rp1 miliar itu diketahui untuk keperluan perkebunan. "Untuk perkebunan, atas instruksi Ibu (Hartati), nanti dananya disiapkan," terang Dede.
Namun, uang sisa Rp2 miliar dari Rp3 miliar yang diberikan kepada Amran itu, dibantah Dede atas instruksi atau perintah dari terdakwa Hartati. Menurutnya, uang Rp2 miliar itu, dikeluarkan atas perintah Direktur PT HIP Totok Lestiyo dan bukan Hartati. Dimana saat itu, rekeningnya sempat dipinjam Totok untuk dititipkan uang sebesar Rp250 juta.
"Yang Rp2 miliar, hanya atas perintah Pak Totok," imbuhnya.
Hal senada dikatakan Coorporate Thresury PT Central Cipta Murdaya (CCM) Kirana Wijaya. Menurutnya, uang Rp1 miliar yang disiapkan untuk pengamanan kebun kelapa sawit di Buol yang pembayarannya melalui Amran Batalipu selaku Bupati Buol. Sementara, uang sebesar Rp2 miliar untuk kebutuhan Pilkada di Buol yang digelar Agustus 2012.
Kuasa hukumnya Hartati, Denny Kailimang mengatakan, yang mengeluarkan dana senilai Rp2 milyar kepada Bupati Buol tanpa perintah dari dirinya adalah anak buahnya. Pengeluaran itu pun, dibagi dalam cek-cek kecil agar tidak mencolok.
“Ibu Hartati tahu belakangan ada pengeluaran dana untuk Bupati Buol. Beliau kaget dan marah, setelah mengetahui belakangan,” kata Denny Kailimang usai persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan enam orang saksi, yaitu Direktur CCM Group Kirana Wijaya, serta lima karyawan bagian finance PT HIP, Nur Afiani, Didik Kurniawan Wahyu, Benhard, dan General Manager PT HIP Seri Siriton.
Anak buah Siti Hartati Murdaya yang bekerja di PT Hardaya Inti Plantation Dede Kurniawan Wahyudi pun membenarkan bahwa atasannya tersebut menjadi otak untuk pemberian sejumlah uang kepada bupati Buol Amran Batalipu.
Menurut Dede, perintah tersebut diketahuinya dari atasannya Seri Seriton. Uang sebesar Rp1 miliar itu diketahui untuk keperluan perkebunan. "Untuk perkebunan, atas instruksi Ibu (Hartati), nanti dananya disiapkan," terang Dede.
Namun, uang sisa Rp2 miliar dari Rp3 miliar yang diberikan kepada Amran itu, dibantah Dede atas instruksi atau perintah dari terdakwa Hartati. Menurutnya, uang Rp2 miliar itu, dikeluarkan atas perintah Direktur PT HIP Totok Lestiyo dan bukan Hartati. Dimana saat itu, rekeningnya sempat dipinjam Totok untuk dititipkan uang sebesar Rp250 juta.
"Yang Rp2 miliar, hanya atas perintah Pak Totok," imbuhnya.
Hal senada dikatakan Coorporate Thresury PT Central Cipta Murdaya (CCM) Kirana Wijaya. Menurutnya, uang Rp1 miliar yang disiapkan untuk pengamanan kebun kelapa sawit di Buol yang pembayarannya melalui Amran Batalipu selaku Bupati Buol. Sementara, uang sebesar Rp2 miliar untuk kebutuhan Pilkada di Buol yang digelar Agustus 2012.
(san)