Pria tertinggi tularkan HIV/AIDS
Rabu, 05 Desember 2012 - 16:24 WIB
Pria tertinggi tularkan HIV/AIDS
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Kemal Siregar menyayangkan, angka prevalensi orang terinfeksi HIV/AIDS di kalangan Lelaki Seks Lelaki (LSL) terus mengalami peningkatan.
Pasalnya, laki-laki cenderung melakukan hal perilaku berisiko tinggi seperti perilaku menyimpang. Kementerian Kesehatan mencatat, ada 6,7 juta laki-laki yang menularkan virus HIV/AIDS ke perempuan.
"Terjadi penurunan HIV di narkoba dan wanita, namun yang sangat disayangkan peningkatan di lelaki. Kasus ini, khususnya di lelaki berisiko tinggi," kata kemal Siregar dalam konferensi pers National Condom Week 2012 di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2012).
Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, kasus ini meningkat dari tahun 2007 hingga 2011, yaitu dari 5,3 persen naik menjadi 12.4 persen. Rasio kasus AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1 (laki-laki 71 persen dan perempuan 28 persen).
Selama Januari hingga Maret 2012, persentase kasus tertinggi adalah hubungan seks tidak aman (80 persen), penggunaan alat suntik bergantian pada pengguna napza suntik (8,5 persen), dan dari ibu ke anak (5,1 persen).
Pasalnya, laki-laki cenderung melakukan hal perilaku berisiko tinggi seperti perilaku menyimpang. Kementerian Kesehatan mencatat, ada 6,7 juta laki-laki yang menularkan virus HIV/AIDS ke perempuan.
"Terjadi penurunan HIV di narkoba dan wanita, namun yang sangat disayangkan peningkatan di lelaki. Kasus ini, khususnya di lelaki berisiko tinggi," kata kemal Siregar dalam konferensi pers National Condom Week 2012 di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2012).
Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, kasus ini meningkat dari tahun 2007 hingga 2011, yaitu dari 5,3 persen naik menjadi 12.4 persen. Rasio kasus AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1 (laki-laki 71 persen dan perempuan 28 persen).
Selama Januari hingga Maret 2012, persentase kasus tertinggi adalah hubungan seks tidak aman (80 persen), penggunaan alat suntik bergantian pada pengguna napza suntik (8,5 persen), dan dari ibu ke anak (5,1 persen).
(maf)