Hari AIDS, masyarakat diimbau untuk mencegahnya
Rabu, 05 Desember 2012 - 14:19 WIB
Hari AIDS, masyarakat diimbau untuk mencegahnya
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN) bersama DKT (lembaga yang menangani pencegahan HIV/AIDS) Indonesia, menyelenggarakan acara tahunan Pekan Kondom Nasional (PKN) 2012 untuk mencegah bahayanya virus itu.
PKN biasanya dilakukan dalam satu minggu penuh dan dimulai pada hari yang bertepatan dengan hari AIDS sedunia yaitu pada setiap 1 Desember. Acara tersebut sudah enam kalinya digelar.
Tood Callahan selaku Country Director DKT Indonesia menyatakan, dilakukannya acara tersebut untuk mengkampanyekan betapa pentingnya mencegah virus HIV/AIDS.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kami kembali menyelenggarakan 'Pekan Kondom Nasional' bersama KPAN, karena kami ingin terus mengingatkan masyarakat untuk saling berbagi pengetahuan dan mengenai pencegahan penularan virus HIV/AIDS," ujar Todd dalam konferensi pers National Condom Week 2012 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, (5/12/2012)
Ancaman HIV/AIDS sangat berbahaya, maka dari itu diperlukan kegiatan untuk mendidik masyarakat agar berhubungan seks dengan cara aman. Misalnya menggunakan kondom, tidak berganti-ganti pasangan dan perhatikan kebersihan alat kelamin.
Ada beberapa golongan yang memiliki risiko tinggi terjangkitnya virus itu. Di anataranya para pekerja seks dan pelanggannya, kaum gay, waria dan juga para pengguna narkoba melalui jarum suntik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, status epidemi HIV di Indonesia pada tingkat concentrated epidemic sudah diatas 5 persen.
Hasil Surveilans Terpadu Biologi dan Perilaku (STBP) pada tahun 2011 menunjukan angka orang yang terinveksi HIV di kalangan pengguna napza suntik 42,4 persen, waria 23,2 persen, Wanita Penjaja Seks (WPS) 9,3 persen dan Lelaki Seks Lelaki (LSL) 12,4 persen. Sample populasi tersebut diambil dari 21.031 kasus.
PKN biasanya dilakukan dalam satu minggu penuh dan dimulai pada hari yang bertepatan dengan hari AIDS sedunia yaitu pada setiap 1 Desember. Acara tersebut sudah enam kalinya digelar.
Tood Callahan selaku Country Director DKT Indonesia menyatakan, dilakukannya acara tersebut untuk mengkampanyekan betapa pentingnya mencegah virus HIV/AIDS.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kami kembali menyelenggarakan 'Pekan Kondom Nasional' bersama KPAN, karena kami ingin terus mengingatkan masyarakat untuk saling berbagi pengetahuan dan mengenai pencegahan penularan virus HIV/AIDS," ujar Todd dalam konferensi pers National Condom Week 2012 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, (5/12/2012)
Ancaman HIV/AIDS sangat berbahaya, maka dari itu diperlukan kegiatan untuk mendidik masyarakat agar berhubungan seks dengan cara aman. Misalnya menggunakan kondom, tidak berganti-ganti pasangan dan perhatikan kebersihan alat kelamin.
Ada beberapa golongan yang memiliki risiko tinggi terjangkitnya virus itu. Di anataranya para pekerja seks dan pelanggannya, kaum gay, waria dan juga para pengguna narkoba melalui jarum suntik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, status epidemi HIV di Indonesia pada tingkat concentrated epidemic sudah diatas 5 persen.
Hasil Surveilans Terpadu Biologi dan Perilaku (STBP) pada tahun 2011 menunjukan angka orang yang terinveksi HIV di kalangan pengguna napza suntik 42,4 persen, waria 23,2 persen, Wanita Penjaja Seks (WPS) 9,3 persen dan Lelaki Seks Lelaki (LSL) 12,4 persen. Sample populasi tersebut diambil dari 21.031 kasus.
(mhd)