KPK bantah kompromi dengan Irjen Djoko
Selasa, 04 Desember 2012 - 16:25 WIB
KPK bantah kompromi dengan Irjen Djoko
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah telah terjadi negosiasi antara pihaknya dengan tersangka kasus simulator SIM di Korlantas Mabes Polri Irjen Pol Djoko Susilo (DS) saat dilakukan penangkapan, dan akan dibawa ke Rutan Guntur.
Dugaan adanya negosiasi itu, muncul saat jenderal bintang dua tersebut tidak menggunakan jaket tahanan KPK ketika digelandang ke mobil tahanan. Padahal, dahulu sudah disepakati pemasangan jaket tahanan itu adalah sebagai efek jera terhadap para koruptor.
“Tidak ada diskriminasi, dan tidak boleh adanya diskriminasi,“ ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Dia melanjutkan, tidak negosiasi antara KPK dengan DS, tentang jaket tahanan KPK tersebut. Hal itu mengingat posisi DS yang masih sebagai jenderal aktif di Polri. “Tidak ada negosiasi, tidak ada kompromi,“ imbuhnya.
Bambang beralasan, dirinya tidak melihat langsung apakah DS memang benar tidak memakai baju tahanan tersebut pada saat proses penahanan, karena sedang tidak berada di lokasi saat itu.
“Kalau toh belum dipakaikan, saya mesti cek lagi kenapa. Tapi kan bisa saja sudah dilakukan, tidak terpasang atau semacamnya. Tapi bisa saya pastikan, tidak ada diskriminasi. Saya akan cek lagi nanti,“ pungkasnya.
Dugaan adanya negosiasi itu, muncul saat jenderal bintang dua tersebut tidak menggunakan jaket tahanan KPK ketika digelandang ke mobil tahanan. Padahal, dahulu sudah disepakati pemasangan jaket tahanan itu adalah sebagai efek jera terhadap para koruptor.
“Tidak ada diskriminasi, dan tidak boleh adanya diskriminasi,“ ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Dia melanjutkan, tidak negosiasi antara KPK dengan DS, tentang jaket tahanan KPK tersebut. Hal itu mengingat posisi DS yang masih sebagai jenderal aktif di Polri. “Tidak ada negosiasi, tidak ada kompromi,“ imbuhnya.
Bambang beralasan, dirinya tidak melihat langsung apakah DS memang benar tidak memakai baju tahanan tersebut pada saat proses penahanan, karena sedang tidak berada di lokasi saat itu.
“Kalau toh belum dipakaikan, saya mesti cek lagi kenapa. Tapi kan bisa saja sudah dilakukan, tidak terpasang atau semacamnya. Tapi bisa saya pastikan, tidak ada diskriminasi. Saya akan cek lagi nanti,“ pungkasnya.
(san)