Idris siap dikonfrontir BK
Selasa, 04 Desember 2012 - 15:35 WIB
Idris siap dikonfrontir BK
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Idris Laena kembali memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPR untuk menjalankan upaya konfrontasi dengan dua perusahaan BUMN (PT. Garam dan PT.PAL) terkait kasus pemerasan oknum DPR terhadap BUMN.
Dengan menggunakan setelan jas hitam, dan celana bahan hitam, Idris tak banyak bicara kepada wartawan. Namun dia mengaku siap menjalani proses konfrontir dengan direktur utama kedua perusahaan BUMN tersebut. "Saya siap," ujar Idris di ruang sidang BK, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Sempat dikabarkan sakit, Idris pun membantah kabar tersebut. Dia mengatakan, dirinya sedang dalam keadaan sehat, dan siap dikonfrontir dengan dirut di perusahaan BUMN tersebut. "Sehat, alhamdulillah, saya sehat," katanya.
Politikus Partai Golkar ini mengaku, dirinya belum ada rencana melakukan upaya hukum kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang pertama kali mengumbar permasalahan ini.
"Nanti kita lihat ya. Saya akan menyampaikan keterangan, karena hari ini diminta untuk menyampaikan keterangan ke Badan Kehormatan, maka saya hadir ke dalam ruangan BK," tutup Idris.
Dengan menggunakan setelan jas hitam, dan celana bahan hitam, Idris tak banyak bicara kepada wartawan. Namun dia mengaku siap menjalani proses konfrontir dengan direktur utama kedua perusahaan BUMN tersebut. "Saya siap," ujar Idris di ruang sidang BK, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Sempat dikabarkan sakit, Idris pun membantah kabar tersebut. Dia mengatakan, dirinya sedang dalam keadaan sehat, dan siap dikonfrontir dengan dirut di perusahaan BUMN tersebut. "Sehat, alhamdulillah, saya sehat," katanya.
Politikus Partai Golkar ini mengaku, dirinya belum ada rencana melakukan upaya hukum kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang pertama kali mengumbar permasalahan ini.
"Nanti kita lihat ya. Saya akan menyampaikan keterangan, karena hari ini diminta untuk menyampaikan keterangan ke Badan Kehormatan, maka saya hadir ke dalam ruangan BK," tutup Idris.
(san)