Yang penting penahanan, bukan baju tahanan
Selasa, 04 Desember 2012 - 07:05 WIB
Yang penting penahanan, bukan baju tahanan
A
A
A
Sindonews.com - Banyak pihak mengapresiasi penahanan tersangka kasus simulator SIM di Korlantas Mabes Polri tahun 2011, Irjen Pol Djoko Susilo (DS). Namun ada yang menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengistimewakan DS, karena tidak mengenakan baju tahanan layaknya tahanan KPK lainnya.
Menurut penggiat antikorupsi Fadjroel Rachman mengatakan, pemakaian baju tahanan bukan masalah penting dalam kasus penahanan DS. Menurutnya, yang terpenting KPK sudah membuktikan hasil kerja keras mereka dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia.
“Soal pemakaian baju tahanan terhadap DS, itu bukan hal yang penting. terpenting adalah, bagaimana KPK bisa membuktikan kinerja mereka, untuk memberantas Korupsi,” kata Fadjroel, saat dihubungi Sindonews, Senin (3/12/2012).
Pria kelahiran Banjarmasin ini menegaskan, penahanan merupakan sebuah terobosan baru yang dilakukan KPK. Hal ini tentunya memberi sinyal "bahaya" bagi koruptor, untuk bersiap-siap menanti gilirannya. ”Ini merupakan terobosan bagi KPK. Jempol buat Samad (Abraham Samad) dan kawan-kawan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, DS akhirnya resmi ditahan KPK. Djoko akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) milik Pomdam Jaya yang berada di daerah Guntur, Jakarta Selatan.
Jenderal bintang dua itu akan menjalani penahanan selama 20 hari pertama di rutan yang belum lama dipinjam KPK dari pihak TNI itu.
Menurut penggiat antikorupsi Fadjroel Rachman mengatakan, pemakaian baju tahanan bukan masalah penting dalam kasus penahanan DS. Menurutnya, yang terpenting KPK sudah membuktikan hasil kerja keras mereka dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia.
“Soal pemakaian baju tahanan terhadap DS, itu bukan hal yang penting. terpenting adalah, bagaimana KPK bisa membuktikan kinerja mereka, untuk memberantas Korupsi,” kata Fadjroel, saat dihubungi Sindonews, Senin (3/12/2012).
Pria kelahiran Banjarmasin ini menegaskan, penahanan merupakan sebuah terobosan baru yang dilakukan KPK. Hal ini tentunya memberi sinyal "bahaya" bagi koruptor, untuk bersiap-siap menanti gilirannya. ”Ini merupakan terobosan bagi KPK. Jempol buat Samad (Abraham Samad) dan kawan-kawan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, DS akhirnya resmi ditahan KPK. Djoko akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) milik Pomdam Jaya yang berada di daerah Guntur, Jakarta Selatan.
Jenderal bintang dua itu akan menjalani penahanan selama 20 hari pertama di rutan yang belum lama dipinjam KPK dari pihak TNI itu.
(maf)