Elektabilitas capres JK tertinggi, Wapres Dahlan Iskan
Jum'at, 30 November 2012 - 05:15 WIB
Elektabilitas capres JK tertinggi, Wapres Dahlan Iskan
A
A
A
Sindonews.com - Masyarakat Indonesia ternyata sudah menetapkan kualifikasi untuk sosok pemimpin era 2014 mendatang. Hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menunjukkan, publik mendambakan sosok pemimpin ke depan yang populis, cepat, tegas, dan cekatan.
Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid menjelaskan, kandidat yang meraih tingkat elektabilitas tertinggi untuk presiden adalah mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK). Dari survei Puskaptis, JK mendapat suara tingkat elektabilitas tertinggi mencapai 14,32 persen.
"Wakil presiden harus punya jaringan dan infratruktur serta bisa jadi magnet mendukung pasangan," jelasnya dalam rilis yang diterima Sindonews, Kamis (29/11/2012).
Setelah JK, kandidat dengan elektabilitas tertinggi di bawahnya adalah Prabowo Subianto (12,58 persen), Hatta Radjasa (8,65 persen), Aburizal Bakrie (7,13 persen), dan Megawati Soekarnoputri (6,14 persen).
Selanjutnya berturut-turut urut dari yang tertinggi adalah Wiranto, Surya Paloh, Sultan Hamengkubuwono X, Ani Susilo BAmbang Yuhoyono, Suryadharma Ali, Pramono Edhie Wibowo, Anas Urbaningrum, dan Luthfi Hasan.
Responden memiliki alasan dalam memilih kandidat-kandidat tersebut. Alasan terkuat bagi responden dalam memilih kandidat presiden karena si tokoh punya karakter keberanian membuat kebijakan (13,46 persen ) dan dinilai mampu mengatasi masalah perekonomian (9,95 persen).
Alasan lain adalah sosoknya yang berwibawa (7,31 persen), jujur ( 6,92), dapat membuat pembaharuan (6,77), rendah hati (6,02), pro rakyat (5,78), pembangkit optimisme (4,03), mampu menjaga keamanan (1,47) dan mampu memberantas KKN (1,3).
Adapun untuk kandidat wakil presiden, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjadi kandidat wakil presiden terkuat. Tingkat elektabilitasnya tertinggi dibanding tokoh-tokoh lain yakni mencapai 20,97 persen.
Setelah Dahlan, tokoh lain yang juga membukukan tingkat elektabilitas tinggi berdasar hasil survey adalah Menteri Koordinator Perekonomian Hata Radjasa (15,21 persen) dan politisi senior Akbar Tanjung (7,27 persen).
Setelah itu berturut-turut adalah Mochammad Mahfud MD, Hidayat Nur Wahid, Din Syamsudin, Said Agil Siraj, Agung Laksono, Pramono Edhie Wibowo, Puan Maharani, dan Anas Urbaningrum.
Husin menjelaskan, tingkat elektabilitas sosok wakil presiden menunjukkan potensi dukungannya untuk total elektabilitas pasangan kandidat bersama calon presiden yang diwakilinya.
Survei Puskaptis diselenggarakan dalam kurun waktu 29 Oktober hingga 7 November 2012. Survei melibatkan 1.800 responden yang diambil secara proporsional dari 33 provinsi dan secara acak dari 115 kabupaten/kota, 181 kecamatan, 342 desa/kelurahan, dan 670 RT/RW.
Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling dan margin error 2,8 persen, dan tingkat tingkat kepercayaan 95 persen. Sebaran responden memperhatikan jenis kelamin, usia, pendidikan, pendapatan, dan pengeluaran.
Husin menjelaskan sebelumnya tim survey menetapkan kandidat presiden dan wakil presiden yang diajukan ke responden. Penentuan nama-nama itu terutama merujuk pada pertimbangan legalitas baru kemudian potensi keterpilihannya. "Jadi yang layak hukum dan layak pasar," ujarnya.
Kualifikasi layak hukum di sini adalah kandidat yang boleh mencalonkan diri dari sisi prosedur politiknya. Husin menjelaskan, sesuai perundangan yang berlaku, sejauh ini kandidat hanya boleh mengajukan jika didukung oleh partaipolitik.
"Jadi kandidat harus punya akses ke partai politik, bisa elit politik atau mantan elit politik partai," jelasnya.
Dari sisi kelayakan pasar, kandidat bisa diajukan jika dikenal dan disukai publik. "Sekarang kandidat seperti trennya adalah kandidat yang populis, merakyat, cekatan, tegas, cepat," jelas Husin.
Sekedar diketahui survei kandidat Presiden RI 2014:
Nama/Popularitas/Kesukaan/Elektabilitas
1. Wiranto /93,0/31,71/5
2. Megawati Soekarnoputri /92,41/49,90/6,14
3. Aburizal /91,77/48,41/7,13
4. Hatta Radjasa /90,19/59,6/8,65
5. Jusuf Kalla /88,78/48,95/14,32
6. Prabowo Subianto /85,92/66,19/12,58
7. Sultan HB X /81,55/38,55/3,05
8. Ani SBY /79,80/31,81/1,16
9. Anas Urbaningrum /70,67/31,74/0,63
10. Surya Paloh /67,18/29,40/4,65
11. Suryadharma Ali /59,67/27,46/0,95
12. Pramono Edhi WIbowo /47,94/23,23/0,88
13. Luthfi Hasan /42,87/21,92/0,15
Tabel survei Wapres
Nama/Elektabilitas
1. Dahlan Iskan /20,97
2. Hatta Radjasa /15,21
3. Akbar Tanjung /7,27
4. Mahfud MD /7,10
5. Hidayat Nur Wahid /6,72
6. Din Syamsudin /2,85
7. Said Agil Siraj /2,41
8. Agung Laksono /2,25
9. Pramono Edhie Wibowo /1,72
10. Puan Maharani /1,54
11. Anas Urbaningrum /1,12
Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid menjelaskan, kandidat yang meraih tingkat elektabilitas tertinggi untuk presiden adalah mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK). Dari survei Puskaptis, JK mendapat suara tingkat elektabilitas tertinggi mencapai 14,32 persen.
"Wakil presiden harus punya jaringan dan infratruktur serta bisa jadi magnet mendukung pasangan," jelasnya dalam rilis yang diterima Sindonews, Kamis (29/11/2012).
Setelah JK, kandidat dengan elektabilitas tertinggi di bawahnya adalah Prabowo Subianto (12,58 persen), Hatta Radjasa (8,65 persen), Aburizal Bakrie (7,13 persen), dan Megawati Soekarnoputri (6,14 persen).
Selanjutnya berturut-turut urut dari yang tertinggi adalah Wiranto, Surya Paloh, Sultan Hamengkubuwono X, Ani Susilo BAmbang Yuhoyono, Suryadharma Ali, Pramono Edhie Wibowo, Anas Urbaningrum, dan Luthfi Hasan.
Responden memiliki alasan dalam memilih kandidat-kandidat tersebut. Alasan terkuat bagi responden dalam memilih kandidat presiden karena si tokoh punya karakter keberanian membuat kebijakan (13,46 persen ) dan dinilai mampu mengatasi masalah perekonomian (9,95 persen).
Alasan lain adalah sosoknya yang berwibawa (7,31 persen), jujur ( 6,92), dapat membuat pembaharuan (6,77), rendah hati (6,02), pro rakyat (5,78), pembangkit optimisme (4,03), mampu menjaga keamanan (1,47) dan mampu memberantas KKN (1,3).
Adapun untuk kandidat wakil presiden, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjadi kandidat wakil presiden terkuat. Tingkat elektabilitasnya tertinggi dibanding tokoh-tokoh lain yakni mencapai 20,97 persen.
Setelah Dahlan, tokoh lain yang juga membukukan tingkat elektabilitas tinggi berdasar hasil survey adalah Menteri Koordinator Perekonomian Hata Radjasa (15,21 persen) dan politisi senior Akbar Tanjung (7,27 persen).
Setelah itu berturut-turut adalah Mochammad Mahfud MD, Hidayat Nur Wahid, Din Syamsudin, Said Agil Siraj, Agung Laksono, Pramono Edhie Wibowo, Puan Maharani, dan Anas Urbaningrum.
Husin menjelaskan, tingkat elektabilitas sosok wakil presiden menunjukkan potensi dukungannya untuk total elektabilitas pasangan kandidat bersama calon presiden yang diwakilinya.
Survei Puskaptis diselenggarakan dalam kurun waktu 29 Oktober hingga 7 November 2012. Survei melibatkan 1.800 responden yang diambil secara proporsional dari 33 provinsi dan secara acak dari 115 kabupaten/kota, 181 kecamatan, 342 desa/kelurahan, dan 670 RT/RW.
Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling dan margin error 2,8 persen, dan tingkat tingkat kepercayaan 95 persen. Sebaran responden memperhatikan jenis kelamin, usia, pendidikan, pendapatan, dan pengeluaran.
Husin menjelaskan sebelumnya tim survey menetapkan kandidat presiden dan wakil presiden yang diajukan ke responden. Penentuan nama-nama itu terutama merujuk pada pertimbangan legalitas baru kemudian potensi keterpilihannya. "Jadi yang layak hukum dan layak pasar," ujarnya.
Kualifikasi layak hukum di sini adalah kandidat yang boleh mencalonkan diri dari sisi prosedur politiknya. Husin menjelaskan, sesuai perundangan yang berlaku, sejauh ini kandidat hanya boleh mengajukan jika didukung oleh partaipolitik.
"Jadi kandidat harus punya akses ke partai politik, bisa elit politik atau mantan elit politik partai," jelasnya.
Dari sisi kelayakan pasar, kandidat bisa diajukan jika dikenal dan disukai publik. "Sekarang kandidat seperti trennya adalah kandidat yang populis, merakyat, cekatan, tegas, cepat," jelas Husin.
Sekedar diketahui survei kandidat Presiden RI 2014:
Nama/Popularitas/Kesukaan/Elektabilitas
1. Wiranto /93,0/31,71/5
2. Megawati Soekarnoputri /92,41/49,90/6,14
3. Aburizal /91,77/48,41/7,13
4. Hatta Radjasa /90,19/59,6/8,65
5. Jusuf Kalla /88,78/48,95/14,32
6. Prabowo Subianto /85,92/66,19/12,58
7. Sultan HB X /81,55/38,55/3,05
8. Ani SBY /79,80/31,81/1,16
9. Anas Urbaningrum /70,67/31,74/0,63
10. Surya Paloh /67,18/29,40/4,65
11. Suryadharma Ali /59,67/27,46/0,95
12. Pramono Edhi WIbowo /47,94/23,23/0,88
13. Luthfi Hasan /42,87/21,92/0,15
Tabel survei Wapres
Nama/Elektabilitas
1. Dahlan Iskan /20,97
2. Hatta Radjasa /15,21
3. Akbar Tanjung /7,27
4. Mahfud MD /7,10
5. Hidayat Nur Wahid /6,72
6. Din Syamsudin /2,85
7. Said Agil Siraj /2,41
8. Agung Laksono /2,25
9. Pramono Edhie Wibowo /1,72
10. Puan Maharani /1,54
11. Anas Urbaningrum /1,12
(mhd)