Ketua DPR ragukan kredibilitas PPI
Kamis, 29 November 2012 - 20:29 WIB
Ketua DPR ragukan kredibilitas PPI
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPR Marzuki Ali meragukan kredibilats Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dalam mengkritisi anggota dewan yang melakukan kunjungannya ke Jerman. Pasalnya, apa yang disampaikan oleh PPI tidak sesuai dengan fakta.
"Saya ragukan kredibilitas laporan PPI. Info yang saya terima sebelumnya, mereka tidak mau diajak diskusi oleh anggota DPR saat kunjungan (ke Jerman beberapa waktu) yang lalu," ujarnya melalui rilis yang diterima Sindonews, Kamis (29/11/2012).
Bahkan, saat interaktif dengan Konsuler Berlin di Pro3 RRI ternyata apa yang disampaikan PPI tidak ada yang benar. Disebutkan PPI tidak pernah meminta secara resmi tentang rencana Kunjungan Kerja (kunker) DPR.
PPI tidak pernah minta mengadakan pertemuan dengan delegasi. Apa yang dilakukan PPI dengan merekam pertemuan tidak sepengetahuan Kedutaan Besar (Kedubes). Mereka masuk ke ruang rapat, tanpa sepengetahuan Kedubes dan Delegasi.
"Mereka menyatakan pertemuan dengan DIN salah alamat, adalah sangat keliru, karena Indonesia masih bermasalah dengan Standar Nasional Industri (SNI), sehingga yang didiskusikan adalah tanggung jawab insinyur terhadap standar industri," ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu menambahkan, visit ke DIN hanya salah satu tempat pertemuan, dari sekian banyak tempat yang dikunjungi oleh DPR.
Dalam setiap kunjungan, lanjut Marzuki, sudah direncanakan dengan matang. Pasalnya sudah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Kedubes.
Sebelum keberangkatan, minimal dua bulan sebelum berangkat sudah mendapat persetujuan baik dari DPR dengan lembaga yang mau dikunjungi di Jerman.
Marzuki semakin yakin setelah Dubes Jerman mengklarfikasi secara resmi bahwa apa yang disampaikan PPI tidak berdasarkan fakta nyata.
"Saya ragukan kredibilitas laporan PPI. Info yang saya terima sebelumnya, mereka tidak mau diajak diskusi oleh anggota DPR saat kunjungan (ke Jerman beberapa waktu) yang lalu," ujarnya melalui rilis yang diterima Sindonews, Kamis (29/11/2012).
Bahkan, saat interaktif dengan Konsuler Berlin di Pro3 RRI ternyata apa yang disampaikan PPI tidak ada yang benar. Disebutkan PPI tidak pernah meminta secara resmi tentang rencana Kunjungan Kerja (kunker) DPR.
PPI tidak pernah minta mengadakan pertemuan dengan delegasi. Apa yang dilakukan PPI dengan merekam pertemuan tidak sepengetahuan Kedutaan Besar (Kedubes). Mereka masuk ke ruang rapat, tanpa sepengetahuan Kedubes dan Delegasi.
"Mereka menyatakan pertemuan dengan DIN salah alamat, adalah sangat keliru, karena Indonesia masih bermasalah dengan Standar Nasional Industri (SNI), sehingga yang didiskusikan adalah tanggung jawab insinyur terhadap standar industri," ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu menambahkan, visit ke DIN hanya salah satu tempat pertemuan, dari sekian banyak tempat yang dikunjungi oleh DPR.
Dalam setiap kunjungan, lanjut Marzuki, sudah direncanakan dengan matang. Pasalnya sudah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Kedubes.
Sebelum keberangkatan, minimal dua bulan sebelum berangkat sudah mendapat persetujuan baik dari DPR dengan lembaga yang mau dikunjungi di Jerman.
Marzuki semakin yakin setelah Dubes Jerman mengklarfikasi secara resmi bahwa apa yang disampaikan PPI tidak berdasarkan fakta nyata.
(mhd)