Tak ada pemerasan terhadap Dirut Merpati?
Kamis, 29 November 2012 - 17:20 WIB
Tak ada pemerasan terhadap Dirut Merpati?
A
A
A
Sindonews.com - Hingga saat ini Badan kehormatan (BK) DPR belum dapat menyimpulkan, apakah betul ada tindakan pemerasan terhadap PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang dilakukan oileh angota DPR Komisi XI.
Karena, selain ada perbedaan materi substansial yang disampaikan dalam beberapa kali pertemuan yang dilakukannya oleh BK pada sidang etik konfrontasi, tidak ada kata-kata 'pemerasan' yang dikatakan oleh Dirut PT MNA Rudy Setyopurnomo.
"Ada perbedaan dari yang kami dengar dari peserta rapat itu, kelimanya (anggota Komisi XI yang dipanggil) kompak. Ada perbedaan substansial tentang apa yang dibahas. Dari penjelasan Dirut Merpati juga tidak pernah sekalipun direksi mengucapkan pemerasan," ujar Ketua BK DPR Muhammad Prakosa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2012).
Namun, dari keterangan yang didapat, Prakosa mengakui ada 'permintaan' yang tercetus dari salah seorang anggota Komisi XI.
"Bukan pemerasan, hanya rapat masalah bussines plan. Tetapi ada konotasi, ada pembicaraan, yang menurut Direksi Merpati ada nuansa untuk mengingatkan sesuatu hal," kata politikus PDIP itu.
Namun diakuinya, nama-nama anggota Komisi XI yang diadukan oleh Dirut PT MNA memang benar hadir dalam rapat panja Merpati tanggal 1 Oktober 2012 lalu.
"Kami tidak pernah mendengar ada kata-kata pemerasan dari Pak Rudy, Dahlan Iskan pun tidak pernah ada kata-kata pemerasan. Tapi ada kata 'permintaan' dalam suratnya. Tapi ada nama-nama yang hadir dalam pertemuan itu betul," katanya.
Karena, selain ada perbedaan materi substansial yang disampaikan dalam beberapa kali pertemuan yang dilakukannya oleh BK pada sidang etik konfrontasi, tidak ada kata-kata 'pemerasan' yang dikatakan oleh Dirut PT MNA Rudy Setyopurnomo.
"Ada perbedaan dari yang kami dengar dari peserta rapat itu, kelimanya (anggota Komisi XI yang dipanggil) kompak. Ada perbedaan substansial tentang apa yang dibahas. Dari penjelasan Dirut Merpati juga tidak pernah sekalipun direksi mengucapkan pemerasan," ujar Ketua BK DPR Muhammad Prakosa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2012).
Namun, dari keterangan yang didapat, Prakosa mengakui ada 'permintaan' yang tercetus dari salah seorang anggota Komisi XI.
"Bukan pemerasan, hanya rapat masalah bussines plan. Tetapi ada konotasi, ada pembicaraan, yang menurut Direksi Merpati ada nuansa untuk mengingatkan sesuatu hal," kata politikus PDIP itu.
Namun diakuinya, nama-nama anggota Komisi XI yang diadukan oleh Dirut PT MNA memang benar hadir dalam rapat panja Merpati tanggal 1 Oktober 2012 lalu.
"Kami tidak pernah mendengar ada kata-kata pemerasan dari Pak Rudy, Dahlan Iskan pun tidak pernah ada kata-kata pemerasan. Tapi ada kata 'permintaan' dalam suratnya. Tapi ada nama-nama yang hadir dalam pertemuan itu betul," katanya.
(mhd)