Difitnah Dahlan, politikus PAN belum mau menuntut
Rabu, 28 November 2012 - 12:33 WIB
Difitnah Dahlan, politikus PAN belum mau menuntut
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Hatta mengaku, belum mempunyai niatan untuk menuntut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
M Hatta mengatakan hal tersebut terkait pelaporan dirinya ke Badan Kehormatan (BK) oleh Menteri BUMN, atas dugaan pemerasan terhadap direksi BUMN. Pemerasan ditengarai dilakukan pada 1 Oktober 2012 diruang pimpinan komisi.
"Tidak benar yang disebutkan Dahlan Iskan bahwa saya berada di rapat merpati itu. Ini satu fitnah yang keji. Kami masih mempertimbangkan (menuntut), karena ini menyangkut nama baik dan fraksi," kata M Hatta, usai diperiksa BK, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2012).
Hatta menegaskan, dirinya tidak hadir dalam rapat tanggal 1 Oktober. Dia mengaku, pada saat rapat tersebut, dirinya di Solo, tepatnya di Klaten, Sukoharjo dan Boyolali, untuk Sosialisasi Undang-undang (UU) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Pak Dahlan sudah salah melakukan pergantian nama, setelah itu menyebut nama saya salah lagi. Ini merupakan kejadian yang sangat fatal tidak boleh dilakukan oleh menteri sekaliber Meneg BUMN," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, meski sudah difitnah Dahlan. Dia mengaku harus berfikir tenang dan mencari solusi, agar tidak menimbulkan persoalan lagi.
"Ini memang fitnah, tapi harus berfikir cerdas dan jernih, ini bukan (soal) enggak berani, ini soal kenegarawanan," pungkasnya.
M Hatta mengatakan hal tersebut terkait pelaporan dirinya ke Badan Kehormatan (BK) oleh Menteri BUMN, atas dugaan pemerasan terhadap direksi BUMN. Pemerasan ditengarai dilakukan pada 1 Oktober 2012 diruang pimpinan komisi.
"Tidak benar yang disebutkan Dahlan Iskan bahwa saya berada di rapat merpati itu. Ini satu fitnah yang keji. Kami masih mempertimbangkan (menuntut), karena ini menyangkut nama baik dan fraksi," kata M Hatta, usai diperiksa BK, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2012).
Hatta menegaskan, dirinya tidak hadir dalam rapat tanggal 1 Oktober. Dia mengaku, pada saat rapat tersebut, dirinya di Solo, tepatnya di Klaten, Sukoharjo dan Boyolali, untuk Sosialisasi Undang-undang (UU) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Pak Dahlan sudah salah melakukan pergantian nama, setelah itu menyebut nama saya salah lagi. Ini merupakan kejadian yang sangat fatal tidak boleh dilakukan oleh menteri sekaliber Meneg BUMN," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, meski sudah difitnah Dahlan. Dia mengaku harus berfikir tenang dan mencari solusi, agar tidak menimbulkan persoalan lagi.
"Ini memang fitnah, tapi harus berfikir cerdas dan jernih, ini bukan (soal) enggak berani, ini soal kenegarawanan," pungkasnya.
(maf)