Eks penyidik: Dipimpin Abraham, KPK jadi rawan
Selasa, 27 November 2012 - 18:36 WIB
Eks penyidik: Dipimpin Abraham, KPK jadi rawan
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa waktu lalu enam penyidik Polri mengajukan pengunduran diri dari KPK dengan alasan ingin kembali mengabdi di institusi Polri. Eks penyidik tersebut yaitu Kompol Hendy F Kurniawan dan AKBP Yudiawan memberikan keterangan terkait pengunduran itu.
Hendy F Kurniawan mengatakan, bersedia memberikan kesaksian agar tidak menimbulkan statement yang berlebihan dari banyak pihak.
"Dalam pertemuan itu (saat diminta wawancara) ada pertanyaan kenapa saya mundur sebagai salah satu penyidik dari enam yang mundur dari KPK. Ini saya sampaikan agar tidak menjadi liar," ujar Hendy di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2012).
Hendy sudah menjadi penyidik dari awal masa kepemimpinan Antasari Azhar. Yang menurutnya Antasari dalam menjalankan tugasnya mematuhi peraturan dan sesuai dengan SOP yang ada. Dalam membangun perkara, Antasari selalu mendiskusikan dengan tim penyidik sehingga ada pemecahan masalah dari kedua pihak.
"Saya merasakan pada saat awal kepemimpinan Antasari kemudian saya rasakan hampir setahun di Abraham Samad. Periode Antasari cukup taat aturan SOP. Ini cukup membangun bagaimana perkara dibangun melalui ekspose perkara antara penyidik JPU dan pimpinan. Bagaimana bisa membentuk konstruksi. Dengan begitu pimpinan bisa membangun pengetahuan pada kami penyidik," jelas Hendy.
Namun, berbeda dengan kepemimpinan KPK saat ini. Penyidik yang telah merasakan setahun masa kepimpinan KPK di bawah Abraham Samad, berbeda dengan Antasari.
"Nah, kalo sekarang yang terjadi ini saya sampaikan ke DPR adalah untuk menyelamatkan KPK. Ini KPK sudah rawan. Karena, kompetensi pimpinan terutama di bawah Abraham Samad sudah di luar harapan kami dari awal," jelasnya.
Sekali lagi Hendy menjelaskan, dirinya mengundurkan diri bukan karena kasus simolator SIM. Melainkan, Abraham Samad memang hendak mengeluarkan dirinya sejak bulan Maret terkait kasus yang melibatkan Deputi Gubernur BI Miranda Goeltom.
"Yang terakhir, saya mundur bukan terkait simulator. Bulan Maret Abraham sudah ingin keluarkan saya dari KPK karena saya yang menunjuk-menunjuk Samad terkait penerbitan sprindik Miranda Goeltom," tukasnya.
Hendy F Kurniawan mengatakan, bersedia memberikan kesaksian agar tidak menimbulkan statement yang berlebihan dari banyak pihak.
"Dalam pertemuan itu (saat diminta wawancara) ada pertanyaan kenapa saya mundur sebagai salah satu penyidik dari enam yang mundur dari KPK. Ini saya sampaikan agar tidak menjadi liar," ujar Hendy di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2012).
Hendy sudah menjadi penyidik dari awal masa kepemimpinan Antasari Azhar. Yang menurutnya Antasari dalam menjalankan tugasnya mematuhi peraturan dan sesuai dengan SOP yang ada. Dalam membangun perkara, Antasari selalu mendiskusikan dengan tim penyidik sehingga ada pemecahan masalah dari kedua pihak.
"Saya merasakan pada saat awal kepemimpinan Antasari kemudian saya rasakan hampir setahun di Abraham Samad. Periode Antasari cukup taat aturan SOP. Ini cukup membangun bagaimana perkara dibangun melalui ekspose perkara antara penyidik JPU dan pimpinan. Bagaimana bisa membentuk konstruksi. Dengan begitu pimpinan bisa membangun pengetahuan pada kami penyidik," jelas Hendy.
Namun, berbeda dengan kepemimpinan KPK saat ini. Penyidik yang telah merasakan setahun masa kepimpinan KPK di bawah Abraham Samad, berbeda dengan Antasari.
"Nah, kalo sekarang yang terjadi ini saya sampaikan ke DPR adalah untuk menyelamatkan KPK. Ini KPK sudah rawan. Karena, kompetensi pimpinan terutama di bawah Abraham Samad sudah di luar harapan kami dari awal," jelasnya.
Sekali lagi Hendy menjelaskan, dirinya mengundurkan diri bukan karena kasus simolator SIM. Melainkan, Abraham Samad memang hendak mengeluarkan dirinya sejak bulan Maret terkait kasus yang melibatkan Deputi Gubernur BI Miranda Goeltom.
"Yang terakhir, saya mundur bukan terkait simulator. Bulan Maret Abraham sudah ingin keluarkan saya dari KPK karena saya yang menunjuk-menunjuk Samad terkait penerbitan sprindik Miranda Goeltom," tukasnya.
(mhd)