Pelaku penyerangan Polsek Pirime sulit dilacak
Selasa, 27 November 2012 - 16:32 WIB
Pelaku penyerangan Polsek Pirime sulit dilacak
A
A
A
Sindonews.com - Aparat Kepolisian mengalami kesulitan dalam melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan dan pembakaran Polsek Pirime, Wamena, Papua. Diduga pelaku adalah pemberontak yang berasal dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke daerah yang sulit terjangkau. Karena pada dasarnya, kondisi geografis Papua terdiri dari gunung-gunung. Sehingga tidak mudah bagi Polisi melakukan pengejaran.
"Mereka melarikan diri ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Ini dataran tinggi yang tidak mudah dilakukan pengejaran-pengejaran," jelasnya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Selasa (27/11/2012).
Pelaku dapat dengan mudah melakukan aksinya, karena lokasi Mapolsek yang terpencil. Selain itu, polisi yang berjaga di Mapolsek Pirime hanya berjumlah 30 personel.
"Di Mapolsek tersebut, aparat yang bertugas di sana hanya berjumlah 30 orang. Dan itupun tidak semuanya berdinas. Karena pasti ada yang bergiliran bekerja. Lokasi cukup sulit dijangkau, dan untuk mencapai ke sana harus menggunakan pesawat dari Jayapura sekitar 40 menit," tukasnya.
Pelaku bukan hanya melakukan penembakan dan pembakaran. Pelaku juga mencuri dua senjata api laras panjang dan satu pistol milik Kapolsek. "Dalam peristiwa itu dicuri dua senjata api laras panjang dan satu pistol milik Kapolsek," tandasnya.
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke daerah yang sulit terjangkau. Karena pada dasarnya, kondisi geografis Papua terdiri dari gunung-gunung. Sehingga tidak mudah bagi Polisi melakukan pengejaran.
"Mereka melarikan diri ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Ini dataran tinggi yang tidak mudah dilakukan pengejaran-pengejaran," jelasnya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Selasa (27/11/2012).
Pelaku dapat dengan mudah melakukan aksinya, karena lokasi Mapolsek yang terpencil. Selain itu, polisi yang berjaga di Mapolsek Pirime hanya berjumlah 30 personel.
"Di Mapolsek tersebut, aparat yang bertugas di sana hanya berjumlah 30 orang. Dan itupun tidak semuanya berdinas. Karena pasti ada yang bergiliran bekerja. Lokasi cukup sulit dijangkau, dan untuk mencapai ke sana harus menggunakan pesawat dari Jayapura sekitar 40 menit," tukasnya.
Pelaku bukan hanya melakukan penembakan dan pembakaran. Pelaku juga mencuri dua senjata api laras panjang dan satu pistol milik Kapolsek. "Dalam peristiwa itu dicuri dua senjata api laras panjang dan satu pistol milik Kapolsek," tandasnya.
(stb)