Pendidikan karakter di DKI lebih penting
Sabtu, 24 November 2012 - 16:30 WIB
Pendidikan karakter di DKI lebih penting
A
A
A
Sindonews.com - Pendidikan di DKI Jakarta sebaiknya lebih mementingkan karakter ketimbang kurikulum. Pengamat pendidikan nasional, Winarno Surakhmad berpendapat para pendidik maupun instansi yang memperhatikan kualitas pendidikan di DKI Jakarta dapat belajar pada Walt Disney.
Walt Disney memiliki visi untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan dan pendidikan melalui dunia hiburan.
"Walt Disney bilang, I would rather entertain than teach. Artinya, dia lebih baik memberikan hiburan dalam dunia pendidikan, daripada harus mengajar secara ketat. Dengan belajar dalam kemasan hiburan, maka pelajar akan lebih menikmati masa-masa pendidikan mereka," papar Winarno dalam acara Seminar dan Peluncuran Buku Pendidikan Karakter di Balaikota DKI, Jakarta, Sabtu (24/11/2012).
Menurut Winarno, selama ini kurikulum pelajaran lebih dikedepankan. Sehingga pendidikan karakter yang sangat penting untuk ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini menjadi terlupakan.
"Yang paling penting dalam mendidik anak adalah pendidikan karakter, bukan kurikulum yang penting. Jangan hanya mengatakan perlu mengembangkan otak kiri atau otak kanan. Tapi melupakan pendidikan karakternya. Pakai otak saja tidak cukup," jelasnya.
Selain itu, dalam melaksanakan pendidikan karakter harus membina karakter ke-Indonesiaan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan atau mata pelajaran yang ada di sekolah.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP dan SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta Abdul Hamid juga mengatakan perlu adanya pendidikan karakter dan rohani dalam pengembangan kualitas pendidikan.
"Karakter yang dibangun pada diri siswa bukan semata tugas guru. Karena siswa tidak hanya berada di sekolah. Merupakan tugas bersama. Semua stakleholder harus bekerja sama dalam mewujudkan generasi yang berkualitas baik karakter maupun pengetahuan," tukas Hamid.
Walt Disney memiliki visi untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan dan pendidikan melalui dunia hiburan.
"Walt Disney bilang, I would rather entertain than teach. Artinya, dia lebih baik memberikan hiburan dalam dunia pendidikan, daripada harus mengajar secara ketat. Dengan belajar dalam kemasan hiburan, maka pelajar akan lebih menikmati masa-masa pendidikan mereka," papar Winarno dalam acara Seminar dan Peluncuran Buku Pendidikan Karakter di Balaikota DKI, Jakarta, Sabtu (24/11/2012).
Menurut Winarno, selama ini kurikulum pelajaran lebih dikedepankan. Sehingga pendidikan karakter yang sangat penting untuk ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini menjadi terlupakan.
"Yang paling penting dalam mendidik anak adalah pendidikan karakter, bukan kurikulum yang penting. Jangan hanya mengatakan perlu mengembangkan otak kiri atau otak kanan. Tapi melupakan pendidikan karakternya. Pakai otak saja tidak cukup," jelasnya.
Selain itu, dalam melaksanakan pendidikan karakter harus membina karakter ke-Indonesiaan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan atau mata pelajaran yang ada di sekolah.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP dan SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta Abdul Hamid juga mengatakan perlu adanya pendidikan karakter dan rohani dalam pengembangan kualitas pendidikan.
"Karakter yang dibangun pada diri siswa bukan semata tugas guru. Karena siswa tidak hanya berada di sekolah. Merupakan tugas bersama. Semua stakleholder harus bekerja sama dalam mewujudkan generasi yang berkualitas baik karakter maupun pengetahuan," tukas Hamid.
(lns)