Bukti karakter bangsa dalam perfilman
Jum'at, 23 November 2012 - 23:01 WIB
Bukti karakter bangsa dalam perfilman
A
A
A
Sindonews.com - Industri perfilman Indonesia telah banyak mengalami perjalanan panjang dan pasang surut. Bahkan, diera digital saat ini. Film ciptaan anak bangsa sudah berhasil meraih berbagai penghargaan di dunia internasional. Dalam hal tersebut pemerintah memberikan dukukan kepada masyarakat perfilman di tanah air.
"Tidak hanya dalam jumlah dan konten cerita film, pemerintah juga bertanggungjawab untuk memperbaiki sumber daya manusia (SDM) perfilman. Untuk mencapai tugas penting tersebut, tentunya pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Perlu adanya dukungan, dari masyarakat perfilman untuk memperbaiki kualitas film di dalam negeri. Karena film mencerminkan karakter dan jati diri bangsa," kata Direktur Perfilman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Syamsul Lussa dalam rilis yang diterima Sindonews, Jumat (23/11/2012).
Dia menyebutkan, beberapa film nasional, bahkan mendapatkan apresiasi bagus dari dunia internasional. Seperti tiga film karya sutradara Indonesia, Joko Anwar yang berjudul Kala, Pintu Terlarang, dan Modus Anomali, hadir pada Festival Films from the South di Oslo, yang berlangsung pada 4-14 Oktober 2012.
Di samping tiga film karya Joko Anwar, film Kebun Binatang yang disutradarai Edwin juga turut diputar pada festival tersebut.
Tidak hanya di luar negeri, sambutan terhadap perfilman di tanah air, yang mengisahkan kebudayaan indonesia dengan tema-tema sejarah dan kearifan lokal, memiliki sambutan yang luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan jumlah penonton yang meningkat setiap tahunnya.
Bahkan, film yang mengisahkan tentang keparmukaan yang berjudul 5 Elang, mendapatkan sambutan yang baik dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY tidak hanya memuji film tersebut, namun SBY pun memberikan apresiasi dengan memberikan subsidi kepada sineas perfilman yang akan memproduksi film yang bertemakan pahlawan.
"Tidak hanya dalam jumlah dan konten cerita film, pemerintah juga bertanggungjawab untuk memperbaiki sumber daya manusia (SDM) perfilman. Untuk mencapai tugas penting tersebut, tentunya pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Perlu adanya dukungan, dari masyarakat perfilman untuk memperbaiki kualitas film di dalam negeri. Karena film mencerminkan karakter dan jati diri bangsa," kata Direktur Perfilman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Syamsul Lussa dalam rilis yang diterima Sindonews, Jumat (23/11/2012).
Dia menyebutkan, beberapa film nasional, bahkan mendapatkan apresiasi bagus dari dunia internasional. Seperti tiga film karya sutradara Indonesia, Joko Anwar yang berjudul Kala, Pintu Terlarang, dan Modus Anomali, hadir pada Festival Films from the South di Oslo, yang berlangsung pada 4-14 Oktober 2012.
Di samping tiga film karya Joko Anwar, film Kebun Binatang yang disutradarai Edwin juga turut diputar pada festival tersebut.
Tidak hanya di luar negeri, sambutan terhadap perfilman di tanah air, yang mengisahkan kebudayaan indonesia dengan tema-tema sejarah dan kearifan lokal, memiliki sambutan yang luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan jumlah penonton yang meningkat setiap tahunnya.
Bahkan, film yang mengisahkan tentang keparmukaan yang berjudul 5 Elang, mendapatkan sambutan yang baik dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY tidak hanya memuji film tersebut, namun SBY pun memberikan apresiasi dengan memberikan subsidi kepada sineas perfilman yang akan memproduksi film yang bertemakan pahlawan.
(mhd)