Bappenas: Sipol dari IFES
Kamis, 22 November 2012 - 22:04 WIB
Bappenas: Sipol dari IFES
A
A
A
Sindonews.com - Sistem informasi partai politik (Sipol) yang digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dalam proses verifikasi partai politik (parpol) berasal dari International Foundation for Electoral Systems (IFES).
"Jadi sistem aplikasi memang dibangun dengan dukungan dari IFES," kata Direktur Politik dan Komunikasi Bappenas Raden Siliwanti di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2012).
Siliwanti menambahkan, pihak IFES hanya membantu membangun sistemnya saja. Namun, pihaknya belum bisa memastikan dana pengoprasiannya masih menggunakan dana asing atau melaui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kalau sepengetahuan saya pada tahapan verifikasi tidak menggunakan dana asing. Saya enggak tahu persis, tanyakan saja ke KPU," ujarnya.
Dia mengaku, kalau hanya membangun sistemnya saja masih memungkinkan. Namun, penggunaanya tidak perlu memakai dana asing.
"Jangan menggunakan dana asing, (kalau) mau pakai sistemnya (saja) untuk kegiatan verifikasi. kalau uangnya pakai uang APBN ya enggak pake dana asing namanya, kan bangun sistem saja," pungkasnya
"Jadi sistem aplikasi memang dibangun dengan dukungan dari IFES," kata Direktur Politik dan Komunikasi Bappenas Raden Siliwanti di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2012).
Siliwanti menambahkan, pihak IFES hanya membantu membangun sistemnya saja. Namun, pihaknya belum bisa memastikan dana pengoprasiannya masih menggunakan dana asing atau melaui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kalau sepengetahuan saya pada tahapan verifikasi tidak menggunakan dana asing. Saya enggak tahu persis, tanyakan saja ke KPU," ujarnya.
Dia mengaku, kalau hanya membangun sistemnya saja masih memungkinkan. Namun, penggunaanya tidak perlu memakai dana asing.
"Jangan menggunakan dana asing, (kalau) mau pakai sistemnya (saja) untuk kegiatan verifikasi. kalau uangnya pakai uang APBN ya enggak pake dana asing namanya, kan bangun sistem saja," pungkasnya
(mhd)