KPU Pamekasan dituding bocorkan data Asri
Kamis, 22 November 2012 - 18:22 WIB
KPU Pamekasan dituding bocorkan data Asri
A
A
A
Sindonews.com - Tim Advokasi pasangan Achmad Syafii-Halil Asyari (Asri) menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan telah membocorkan dokumen berkas pencalonan bakal calon pasangan Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii dan Halil Asyari kepada koalisi rakyat penegak kebenaran (Krapak)
Muhammad Alim selaku Tim advokasi pasangan Asri mengatakan, dugaan KPU membocorkan data pasangan Asri dibenarkan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Pamekasan pada tanggal 25 Oktober 2012.
"Ini berdasarkan pengakuan Zainal Abidin, Korlap aksi di Gedung DPRD Pamekasan," ujar Alim dalam sidang kode etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Gedung Bawaslu, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2012).
Dugaan ini semakin kuat, sambung Alim, karena pihak KPU sendiri tidak menyangkal informasi tersebut. Bahkan, sampai hari ini KPU Pamekasan tidak membantahnya.
"Sampai sekarang pihak KPU Pamekasan tidak melakukan bantahan serta protes atas pengakuan dari Zainal Abidin," ujarnya.
Hal itu berbeda, ketika Tim advokasi Asri yang mengajukan permintaan dokumen berkas pasangan calon lain, namun KPU Pamekasan tidak memenuhinya.
Sementara, ketua KPU Pamekasan Muhammad Ramli membantah telah membocorkan data tim Asri.Dia menegaskan, hal itu tidak mungkin dilakukan olehnya.
"Perlu kami sampikan tidak pernah memberikan dokumen kepada siapapun kepada orang lain kecuali ke Panwaslu. Kenapa tidak membantah, karena tidak ingin menjadi preseden buruk, dan melayani dengan adil," kilah Ramli.
Muhammad Alim selaku Tim advokasi pasangan Asri mengatakan, dugaan KPU membocorkan data pasangan Asri dibenarkan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Pamekasan pada tanggal 25 Oktober 2012.
"Ini berdasarkan pengakuan Zainal Abidin, Korlap aksi di Gedung DPRD Pamekasan," ujar Alim dalam sidang kode etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Gedung Bawaslu, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2012).
Dugaan ini semakin kuat, sambung Alim, karena pihak KPU sendiri tidak menyangkal informasi tersebut. Bahkan, sampai hari ini KPU Pamekasan tidak membantahnya.
"Sampai sekarang pihak KPU Pamekasan tidak melakukan bantahan serta protes atas pengakuan dari Zainal Abidin," ujarnya.
Hal itu berbeda, ketika Tim advokasi Asri yang mengajukan permintaan dokumen berkas pasangan calon lain, namun KPU Pamekasan tidak memenuhinya.
Sementara, ketua KPU Pamekasan Muhammad Ramli membantah telah membocorkan data tim Asri.Dia menegaskan, hal itu tidak mungkin dilakukan olehnya.
"Perlu kami sampikan tidak pernah memberikan dokumen kepada siapapun kepada orang lain kecuali ke Panwaslu. Kenapa tidak membantah, karena tidak ingin menjadi preseden buruk, dan melayani dengan adil," kilah Ramli.
(ysw)