Pendeta wanita ditembak orang tak dikenal
Kamis, 22 November 2012 - 16:53 WIB
Pendeta wanita ditembak orang tak dikenal
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pendeta wanita ditemukan tewas di Jalan Trans Papua, dekat sungai Mak distrik Mandobo kabupaten Boven Digoel. Pendeta wanita berusia yang berusia (38) tahun ini tewas akibat luka tembakan di bagian kepala.
Tembakan tersebut menembus bagian pelipis kiri hingga kanan. Bukan hanya itu, korban harus mengalami tembakan kedua yaitu bagian bahu kanan hingga menembus bagian kepala.
"Seorang pendeta wanita ditemukan tewas akibat tembakan. Penembakan ini terjadi hari Rabu (sekira) pukul 07.45 WIT. Lalu korban berusia 38 tahun," ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Kadiv Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2012).
Petugas menemukan korban dalam keadaan terlentang di dekat sungai. Namun, petugas belum mengetahui siapa penembaknya. Sementara mencari pelaku atas penembakan, kasus ini ditangani oleh Polres Boven Digoel Polda Papua.
"Penembak dilakukan orang yang tidak dikenal. Kasus ini ditangani oleh polisi setempat," lanjutnya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSDU kabupaten Boven Digoel. Guna dilakukan langkah lebih lanjut yaitu autopsi.
Tembakan tersebut menembus bagian pelipis kiri hingga kanan. Bukan hanya itu, korban harus mengalami tembakan kedua yaitu bagian bahu kanan hingga menembus bagian kepala.
"Seorang pendeta wanita ditemukan tewas akibat tembakan. Penembakan ini terjadi hari Rabu (sekira) pukul 07.45 WIT. Lalu korban berusia 38 tahun," ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Kadiv Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2012).
Petugas menemukan korban dalam keadaan terlentang di dekat sungai. Namun, petugas belum mengetahui siapa penembaknya. Sementara mencari pelaku atas penembakan, kasus ini ditangani oleh Polres Boven Digoel Polda Papua.
"Penembak dilakukan orang yang tidak dikenal. Kasus ini ditangani oleh polisi setempat," lanjutnya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSDU kabupaten Boven Digoel. Guna dilakukan langkah lebih lanjut yaitu autopsi.
(mhd)