Diperiksa BK, Achsanul santai
Kamis, 22 November 2012 - 15:54 WIB
Diperiksa BK, Achsanul santai
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi XI DPR Achsanul Qosasih menghadiri undangan Badan Kehormatan (BK) dengan santai dan tenang. Undangan ini terkait kasus oknum DPR pemeras BUMN.
Hal ini terlihat dari sikapnya seusai menghadiri pertemuan tersebut. Dirinya mengaku telah memberikan klarifikasi di hadapan pimpinan BK yang sama dengan apa yang disampaikan kepada media.
"Apa yang saya sampaikan di BK tadi sangat tidak berubah dengan apa yang saya sampaikan di media beberapa waktu lalu. Bahwa pembicaraan business plan sangat penting bagi Komisi XI, karena itu adalah buku besar kami untuk memonitor," ujar Achsanul di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2012)
Dia juga membantah adanya pemerasan yang dilakukan oleh dirinya maupun anggota Komisi XI lainnya. "Kata-kata pemerasan, apalagi kata-kata Rp18 M, dan sudah dibayar Rp5 M sama sekali tidak ada," bantahnya.
Lebih lanjut Achsanul menjelaskan dirinya hanya melakukan pertemuan satu kali dengan para Direksi BUMN bersama-sama dengan Anggota Komisi XI pada tanggal 1 Oktober 2012.
"Saya tidak sendirian, saya ramai-ramai, dan bukan juga rapatnya di luar kantor. Silakan di cek kepada teman-teman yang hadir pada saat itu, semua rapat dilakukan di gedung DPR. Agar yang saya sampaikan adalah benar adanya hingga tidak memojokkan satu pihak tapi kebenaran itu akan datang," ujar politikus Partai Demokrat ini.
Achasanul juga mengatakan siap apabila BK meminta dirinya akan dikronfrontir dengan pihak BUMN terkait. "Saya sangat siap, dan BK juga harus memanggil Dirut Merpati baik yang lama ataupun yang baru," demikian kata Achsanul.
Hal ini terlihat dari sikapnya seusai menghadiri pertemuan tersebut. Dirinya mengaku telah memberikan klarifikasi di hadapan pimpinan BK yang sama dengan apa yang disampaikan kepada media.
"Apa yang saya sampaikan di BK tadi sangat tidak berubah dengan apa yang saya sampaikan di media beberapa waktu lalu. Bahwa pembicaraan business plan sangat penting bagi Komisi XI, karena itu adalah buku besar kami untuk memonitor," ujar Achsanul di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2012)
Dia juga membantah adanya pemerasan yang dilakukan oleh dirinya maupun anggota Komisi XI lainnya. "Kata-kata pemerasan, apalagi kata-kata Rp18 M, dan sudah dibayar Rp5 M sama sekali tidak ada," bantahnya.
Lebih lanjut Achsanul menjelaskan dirinya hanya melakukan pertemuan satu kali dengan para Direksi BUMN bersama-sama dengan Anggota Komisi XI pada tanggal 1 Oktober 2012.
"Saya tidak sendirian, saya ramai-ramai, dan bukan juga rapatnya di luar kantor. Silakan di cek kepada teman-teman yang hadir pada saat itu, semua rapat dilakukan di gedung DPR. Agar yang saya sampaikan adalah benar adanya hingga tidak memojokkan satu pihak tapi kebenaran itu akan datang," ujar politikus Partai Demokrat ini.
Achasanul juga mengatakan siap apabila BK meminta dirinya akan dikronfrontir dengan pihak BUMN terkait. "Saya sangat siap, dan BK juga harus memanggil Dirut Merpati baik yang lama ataupun yang baru," demikian kata Achsanul.
(hyk)