Dahlan minta maaf salah cantumkan nama
Rabu, 21 November 2012 - 14:03 WIB
Dahlan minta maaf salah cantumkan nama
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengklarifikasi dua nama anggota DPR yang sebelumnya disebutkan terkait kasus dugaan pemerasan BUMN.
Dua nama anggota DPR tersebut adalah anggota Fraksi Partai Demokrat Andi Timo Pangerang dan anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) M Ikhlas El Qudsi.
"Dua orang yang kemarin namanya sempat terseret yaitu Bapak El Qudsi dan Ibu Timo. Dua orang tersebut bersih dan tidak terlibat. Ternyata memang nama orang lain bukan mereka," kata Dahlan, seusai menghadiri pertemuan dengan Badan Kehormatan (BK), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012).
Mantan Direktur Utama PLN ini juga tidak lupa meminta maaf atas kesalahannya mencantumkan nama kedua anggota DPR tersebut.
"Kepada dua orang itu saya minta maaf. Kemarin saya sudah buat press release yang menyatakan dua-duanya bersih tidak terlibat. Dan saya akan lakukan upaya tertentu untuk menyampaikan permintaan maaf tersebut," ucapnya.
Namun, Dahlan enggan menyebutkan dua nama baru oknum DPR yang diduga melakukan pemerasan terhadap perusahaan BUMN.
"Saya tidak akan menyampaikan soal itu (dua anggota DPR). Karena itu semua rahasia," tegasnya.
Dia mengakui, setelah rapat dengan BK, dirinya merasa pertemuan tersebut lebih bermanfaat dari sebelumnya.
"Kalau rapat BK yang lalu lebih banyak membahas masalah sms bodong. Kali ini pembahasannya lebih mendalam. Kami merasa rapat kali ini lebih bermanfaat. Saya menangkap tadi BK mempunyai keseriusan yang luar bisa, sehingga saya pun hari ini sudah menjelaskan sejelas-jelasnya. Saya rasa BK cukup serius menangani masalah ini," tandasnya.
Dua nama anggota DPR tersebut adalah anggota Fraksi Partai Demokrat Andi Timo Pangerang dan anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) M Ikhlas El Qudsi.
"Dua orang yang kemarin namanya sempat terseret yaitu Bapak El Qudsi dan Ibu Timo. Dua orang tersebut bersih dan tidak terlibat. Ternyata memang nama orang lain bukan mereka," kata Dahlan, seusai menghadiri pertemuan dengan Badan Kehormatan (BK), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012).
Mantan Direktur Utama PLN ini juga tidak lupa meminta maaf atas kesalahannya mencantumkan nama kedua anggota DPR tersebut.
"Kepada dua orang itu saya minta maaf. Kemarin saya sudah buat press release yang menyatakan dua-duanya bersih tidak terlibat. Dan saya akan lakukan upaya tertentu untuk menyampaikan permintaan maaf tersebut," ucapnya.
Namun, Dahlan enggan menyebutkan dua nama baru oknum DPR yang diduga melakukan pemerasan terhadap perusahaan BUMN.
"Saya tidak akan menyampaikan soal itu (dua anggota DPR). Karena itu semua rahasia," tegasnya.
Dia mengakui, setelah rapat dengan BK, dirinya merasa pertemuan tersebut lebih bermanfaat dari sebelumnya.
"Kalau rapat BK yang lalu lebih banyak membahas masalah sms bodong. Kali ini pembahasannya lebih mendalam. Kami merasa rapat kali ini lebih bermanfaat. Saya menangkap tadi BK mempunyai keseriusan yang luar bisa, sehingga saya pun hari ini sudah menjelaskan sejelas-jelasnya. Saya rasa BK cukup serius menangani masalah ini," tandasnya.
(maf)