Mahfudz: Laporan Dipo Alam aneh
Senin, 19 November 2012 - 18:13 WIB
Mahfudz: Laporan Dipo Alam aneh
A
A
A
Sindonews.com - Laporan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam kepada DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai belum jelas substansinya dan masih simpang siur. Pasalnya, saat di konfirmasi oleh Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, Dipo mengaku jika Kementerian Pertahanan tidak termasuk di dalamnya.
"Pengaduan Pak Dipo ini Saya lihat masih simpang siur. Kenapa? Karena awalnya dia adukan bahwa Kementrian Pertahanan itu terlibat, tapi setelah kami konfirmasi Pak Dipo bilang enggak. Saya lihat Dipo tidak yakin dengan bahan yang dia bawa," ujarnya ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2012).
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kalau laporan anak buah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu aneh.
"Saya rasa Ini aneh. Ini kan urusan internal pemerintah, dimana ada atasan dan bawahan. Nah ini atasannya kemana? Kenapa masalah itu justru disebar ke ranah publik sehingga membuat gaduh keadaan," tandasnya.
Kendati demikian, dirinya tetap mendukung dan mengimbau langkah Dipo Alam untuk secepatnya diproses ke KPK.
"Yang penting dia kan sudah lapor ke KPK, jadi proses saja di KPK. Agar publik juga bisa tahu ini kasus ini bisa diproses apa tidak," katanya.
Sebelumnya, ada empat kementerian yang dilaporkan ke KPK di antaranya Kementerian Pertanian terkait dugaan promosi jabatan dibeberapa ekselon, Kementerian Pertahanan terkait dana optimalisasi Kemenhan, lalu Kementerian Pariwisata terkain dana Mice, serta Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) terkait dana tambahan kegiatan, ditambah soal laporan yang lain, serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Sumatera Selatan (Sumsel).
"Pengaduan Pak Dipo ini Saya lihat masih simpang siur. Kenapa? Karena awalnya dia adukan bahwa Kementrian Pertahanan itu terlibat, tapi setelah kami konfirmasi Pak Dipo bilang enggak. Saya lihat Dipo tidak yakin dengan bahan yang dia bawa," ujarnya ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2012).
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kalau laporan anak buah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu aneh.
"Saya rasa Ini aneh. Ini kan urusan internal pemerintah, dimana ada atasan dan bawahan. Nah ini atasannya kemana? Kenapa masalah itu justru disebar ke ranah publik sehingga membuat gaduh keadaan," tandasnya.
Kendati demikian, dirinya tetap mendukung dan mengimbau langkah Dipo Alam untuk secepatnya diproses ke KPK.
"Yang penting dia kan sudah lapor ke KPK, jadi proses saja di KPK. Agar publik juga bisa tahu ini kasus ini bisa diproses apa tidak," katanya.
Sebelumnya, ada empat kementerian yang dilaporkan ke KPK di antaranya Kementerian Pertanian terkait dugaan promosi jabatan dibeberapa ekselon, Kementerian Pertahanan terkait dana optimalisasi Kemenhan, lalu Kementerian Pariwisata terkain dana Mice, serta Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) terkait dana tambahan kegiatan, ditambah soal laporan yang lain, serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Sumatera Selatan (Sumsel).
(mhd)