Priyo: 2D jangan benga-bengo
Senin, 19 November 2012 - 16:46 WIB
Priyo: 2D jangan benga-bengo
A
A
A
Sindonews.com - Menanggapi langkah Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam atau '2D' yang beda tipis. Keduanya juga diminta untuk menyelesaikan persoalan tersebut, tanpa membuat kisruh ranah publik.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (189/11/2012).
"Saya ini kok seperti mendengar keretakan dan gesekan kabinet, dan ini sebenarnya adalah hal yang mengejutkan Saya dan pimpinan DPR. Kenapa kabinet sering terjadi saling gosip seperti ini, kemudian hubungan yang memanas antara Istana dan parlemen. Pejabat Istana ini justru menyampaikan hal yang seolah-olah hebat, tapi malah tambah hiruk pikuk," katanya.
Menurut Ketua DPP Partai Golkar itu, langkah baik itu harusnya langsung jatuh ketangan penegak hukum terkait tanpa harus disampaikan ke publik terlebih dahulu.
"Kita apresiasi. Tapi benga-bengo-nya itu loh. Kenapa tidak langsung saja datangi KPK untuk menindaklanjuti, atau langsung saja bicarakan dengan Presiden. Itu murni kewenangan internal. Presiden kan punya hak untuk memanggil menterinya yang bersalah, mengganti atau reshufle sekalipun," terangnya.
Ketika ditanyakan terkait sikap Dipo Alam, apakah langkahnya itu termasuk pengalihan isu dari tuduhan Mahfud MD terkait adanya mafia narkoba dalam Istana.
"Ini punya implikasi yang luas terhadap hubungan tiga lembaga, yaitu Mahkamah Agung (MA), Istana, dan DPR. Saya tidak tau ini pengalihan isu atau tidak. Hanya saja rasanya tidak lazim, jika hal ini muncul dari Istana," tuturnya.
Kendati demikian Priyo masih berpikiran positif mengenai langkah keduanya itu. Dia juga berharap 2D itu dapat menuntaskan tudingannya itu sampai tuntas.
"Saya yakin Pak Presiden tidak akan tinggal diam dan pasti akan menyegerakan langkah-langkah perbaikan itu. Kita lihat saja, kita ingin semua dibuka. Kalau memang terbukti ya harus segera ada tindakan, kalau tidak terbukti berarti 2D itu harus minta maaf," tutupnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (189/11/2012).
"Saya ini kok seperti mendengar keretakan dan gesekan kabinet, dan ini sebenarnya adalah hal yang mengejutkan Saya dan pimpinan DPR. Kenapa kabinet sering terjadi saling gosip seperti ini, kemudian hubungan yang memanas antara Istana dan parlemen. Pejabat Istana ini justru menyampaikan hal yang seolah-olah hebat, tapi malah tambah hiruk pikuk," katanya.
Menurut Ketua DPP Partai Golkar itu, langkah baik itu harusnya langsung jatuh ketangan penegak hukum terkait tanpa harus disampaikan ke publik terlebih dahulu.
"Kita apresiasi. Tapi benga-bengo-nya itu loh. Kenapa tidak langsung saja datangi KPK untuk menindaklanjuti, atau langsung saja bicarakan dengan Presiden. Itu murni kewenangan internal. Presiden kan punya hak untuk memanggil menterinya yang bersalah, mengganti atau reshufle sekalipun," terangnya.
Ketika ditanyakan terkait sikap Dipo Alam, apakah langkahnya itu termasuk pengalihan isu dari tuduhan Mahfud MD terkait adanya mafia narkoba dalam Istana.
"Ini punya implikasi yang luas terhadap hubungan tiga lembaga, yaitu Mahkamah Agung (MA), Istana, dan DPR. Saya tidak tau ini pengalihan isu atau tidak. Hanya saja rasanya tidak lazim, jika hal ini muncul dari Istana," tuturnya.
Kendati demikian Priyo masih berpikiran positif mengenai langkah keduanya itu. Dia juga berharap 2D itu dapat menuntaskan tudingannya itu sampai tuntas.
"Saya yakin Pak Presiden tidak akan tinggal diam dan pasti akan menyegerakan langkah-langkah perbaikan itu. Kita lihat saja, kita ingin semua dibuka. Kalau memang terbukti ya harus segera ada tindakan, kalau tidak terbukti berarti 2D itu harus minta maaf," tutupnya.
(mhd)