Kasus pemerkosaan, Malaysia akan menyimpang
Jum'at, 16 November 2012 - 17:25 WIB
Kasus pemerkosaan, Malaysia akan menyimpang
A
A
A
Sindonews.com - Kasus pemerkosaan terhadap Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia bernama Siti oleh ketiga polisi Malaysia diduga tidak akan diteruskan secara hukum pidana di Malaysia.
Direktur Migrant Care Anis Hidayah pun menuding, kasus tersebut nantinya akan dialihkan dari kasus pemerkosaan menjadi kasus pelanggaran keimigrasian. Padahal, kasus pemerkosaan TKW itu termasuk pada pelangaran pidana.
"Ada indikasi mengalihkan kasus ini ke kasus keimigrasian," kata Anis saat menggelar aksi demonstrasi, di depan kedubes Malaysia, Jumat (16/11/2012).
Pasalnya Malaysia akan terus mempersoalkan dokumen tidak lengkap yang menimpa Siti. Hal itu dikarenakan, pada saat penangkapan, Siti tidak bisa menunjukan paspor asli miliknya, melainkan hanya berupa fotokopi.
Anis juga menyatakan, bantuan yang diberikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) kepada Siti dianggap hanyalah bantuan standar. Padahal, saat ini Siti diketahui hanya ditampung di shelter penampungan.
"Apakah itu bisa mengurangi traumanya? Lalu nanti dia masih harus membongkar kejadian suram yang menimpanya. Ini sangat kontra produktif," tegasnya.
Direktur Migrant Care Anis Hidayah pun menuding, kasus tersebut nantinya akan dialihkan dari kasus pemerkosaan menjadi kasus pelanggaran keimigrasian. Padahal, kasus pemerkosaan TKW itu termasuk pada pelangaran pidana.
"Ada indikasi mengalihkan kasus ini ke kasus keimigrasian," kata Anis saat menggelar aksi demonstrasi, di depan kedubes Malaysia, Jumat (16/11/2012).
Pasalnya Malaysia akan terus mempersoalkan dokumen tidak lengkap yang menimpa Siti. Hal itu dikarenakan, pada saat penangkapan, Siti tidak bisa menunjukan paspor asli miliknya, melainkan hanya berupa fotokopi.
Anis juga menyatakan, bantuan yang diberikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) kepada Siti dianggap hanyalah bantuan standar. Padahal, saat ini Siti diketahui hanya ditampung di shelter penampungan.
"Apakah itu bisa mengurangi traumanya? Lalu nanti dia masih harus membongkar kejadian suram yang menimpanya. Ini sangat kontra produktif," tegasnya.
(rsa)