Polri disusupi mafia narkoba?
Kamis, 15 November 2012 - 09:14 WIB
Polri disusupi mafia narkoba?
A
A
A
Sindonews.com - Kasus rencana pembunuhan terhadap Briptu Joko Fabrianto di Pekanbaru, Riau pada 12 November 2012 lalu patut dicermati. Pasalnya, diduga Joko hendak dihabisi teman-temannya sesama polisi karena mengetahui jaringan narkoba di lingkungan kepolisian.
Maka itu Pemerintah dan Polri diminta serius dan tegas untuk mengusut kasus tersebut dan memberantas narkoba di lingkaran institusi penegak hukum.
"Kasus Pekanbaru menunjukkan mafia narkoba sudah masuk menggerogoti kalangan kepolisian, sampai kemudian anggota polisi tega hendak menghabisi koleganya, sesama polisi," jelas Ketua Persidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam rilisnya, Kamis (15/11/2012).
Menurut Neta, kasus Pekanbaru harusnya membuat elite-elite di kepolisian mewaspadai bahaya manuver para mafia narkoba yang akan mengancam institusinya.
"Memberantas mafia narkoba perlu langkah terpadu dan serius dari pemerintah. Para bandar harus dihukum berat. Terpidana mati narkoba harus segera dieksekusi agar ada efek jera," tegas Neta
Neta juga menyarankan agar polisi-polisi yang terlibat narkoba harus mendapatkan hukuman mati.
Kemudian, lanjutnya, tes urine kepada seluruh jajaran kepolisian juga harus dilakukan untuk mendeteksi dini keterlibatan penggunaan narkoba di lingkungan institusi penegak hukum tersebut.
"Polri jangan kompromi dengan anggotanya yang terlibat narkoba. Sikap kompromi hanya akan membuat Polri dipecundangi dan digerogoti terus menerus oleh mafia narkoba, yang akhirnya akan membuat sesama polisi saling bantai seperti yg terjadi di Pekanbaru," pungkas Neta.
Maka itu Pemerintah dan Polri diminta serius dan tegas untuk mengusut kasus tersebut dan memberantas narkoba di lingkaran institusi penegak hukum.
"Kasus Pekanbaru menunjukkan mafia narkoba sudah masuk menggerogoti kalangan kepolisian, sampai kemudian anggota polisi tega hendak menghabisi koleganya, sesama polisi," jelas Ketua Persidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam rilisnya, Kamis (15/11/2012).
Menurut Neta, kasus Pekanbaru harusnya membuat elite-elite di kepolisian mewaspadai bahaya manuver para mafia narkoba yang akan mengancam institusinya.
"Memberantas mafia narkoba perlu langkah terpadu dan serius dari pemerintah. Para bandar harus dihukum berat. Terpidana mati narkoba harus segera dieksekusi agar ada efek jera," tegas Neta
Neta juga menyarankan agar polisi-polisi yang terlibat narkoba harus mendapatkan hukuman mati.
Kemudian, lanjutnya, tes urine kepada seluruh jajaran kepolisian juga harus dilakukan untuk mendeteksi dini keterlibatan penggunaan narkoba di lingkungan institusi penegak hukum tersebut.
"Polri jangan kompromi dengan anggotanya yang terlibat narkoba. Sikap kompromi hanya akan membuat Polri dipecundangi dan digerogoti terus menerus oleh mafia narkoba, yang akhirnya akan membuat sesama polisi saling bantai seperti yg terjadi di Pekanbaru," pungkas Neta.
(rsa)