Pejabat pertontonkan politik tak elok
Rabu, 14 November 2012 - 12:31 WIB
Pejabat pertontonkan politik tak elok
A
A
A
Sindonews.com - Banyaknya kisruh yang melibatkan pejabat publik belakangan ini dinilai sebagai pertunjukan politik memalukan dan tidak etis.
Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy berpandangan gelontoran masalah yang diungkap ke media hanya akan menjebak pada masalah bertambah panjang. Untuk itu dia meminta semua pejabat publik untuk menahan diri dari polemik yang ada.
"Kisruh berkelanjutan mulai dari isu tarik-ulur oknum pemeras yang dilontar Menteri BUMN, menteri penggelembung anggaran oleh Seskab, mafia narkoba di Istana, dan Ketua Fraksi penggiring anggaran, betul-betul pertunjukan politik yang tidak elok dipertontonkan pejabat tinggi kita di media sebagai ruang publik," ujar Romy melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (14/11/2012).
Menurut Romy, pejabat publik seharusnya mengutamakan koordinasi antar lembaga ketimbang menyampaikannya ke publik lewat media. Hal itu dinilainya hanya akan membuat keruh suasana, karena akan banyak komentar dan statemen serta dugaan akan masalah-masalah tersebut.
"Bukan saling membuat statement tanpa bukti dan konfirmasi di ruang-ruang publik yang sungguh menyita energi," ujarnya.
Ketua Komisi IV DPR ini juga menilai, DPR, MK, dan kementerian adalah lembaga terhormat yang seharusnya dapat menyelesaikan masalah melalui ruang rapat.
Dia juga menganjurkan agar para pejabat publik untuk lebih memilih persoalan penting bangsa lainnya agar tak menjadi kesia-siaan.
"Berkata yang baik, atau diam", tutup Romy.
Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy berpandangan gelontoran masalah yang diungkap ke media hanya akan menjebak pada masalah bertambah panjang. Untuk itu dia meminta semua pejabat publik untuk menahan diri dari polemik yang ada.
"Kisruh berkelanjutan mulai dari isu tarik-ulur oknum pemeras yang dilontar Menteri BUMN, menteri penggelembung anggaran oleh Seskab, mafia narkoba di Istana, dan Ketua Fraksi penggiring anggaran, betul-betul pertunjukan politik yang tidak elok dipertontonkan pejabat tinggi kita di media sebagai ruang publik," ujar Romy melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (14/11/2012).
Menurut Romy, pejabat publik seharusnya mengutamakan koordinasi antar lembaga ketimbang menyampaikannya ke publik lewat media. Hal itu dinilainya hanya akan membuat keruh suasana, karena akan banyak komentar dan statemen serta dugaan akan masalah-masalah tersebut.
"Bukan saling membuat statement tanpa bukti dan konfirmasi di ruang-ruang publik yang sungguh menyita energi," ujarnya.
Ketua Komisi IV DPR ini juga menilai, DPR, MK, dan kementerian adalah lembaga terhormat yang seharusnya dapat menyelesaikan masalah melalui ruang rapat.
Dia juga menganjurkan agar para pejabat publik untuk lebih memilih persoalan penting bangsa lainnya agar tak menjadi kesia-siaan.
"Berkata yang baik, atau diam", tutup Romy.
(rsa)