Pelempar bom ke Gubernur Sulsel anak buah Baasyir
Selasa, 13 November 2012 - 17:14 WIB
Pelempar bom ke Gubernur Sulsel anak buah Baasyir
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyad Mbai menyatakan, pelaku pelemparan bom rakitan kepada Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo merupakan jaringan teroris Poso. Hal itu juga diduga terkait jaringan Jamaah Ansarut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir.
"Sementara kasusnya baru melempar bom ke gubernur. Tapi kita sudah melihat itu terkait dengan jaringan teroris Poso dan Ambon. Iya (JAT)," ujar Ansyad di Istana Negara Jakarta, Selasa (13/11/2012).
Kata Ansyad, hal itu masih terkait dengan peristiwa penangkapan teroris di Solo dan Ambon oleh Densus 88 beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, Ansyad mengatakan, dua terduga teroris yang tertangkap kala itu adalah anak buah Abu Uswah dan Al Fatrowa yang merupakan pimpinan atau tokoh teroris di Poso.
"Itu sudah lama masuk dalam pantuan kami, dua orang tokoh itu di sana. Dan itu sudah ada pelatihan di perbatasan Sulawesi Selatan dengan Tengah," paparnya.
Saat dikonfirmasi apakah ancaman ditunjukan untuk memperkeruh Pilkada Sumsel dimana Syahrul ikut berkompetisi? Ansyad belum dapat memastikan.
"Kita belum tahu, sementara secara objektif ya gubernur targetnya, tapi apakah ini ada kaitannya dengan pilkada, karena gubernur ini kan sedang bersaing di pilkada bersaing dengan wali kotanya. Kalau ada kaitannya dengan itu, sekarang siapa yang merekrut kelompok teroris di sini," tutupnya.
"Sementara kasusnya baru melempar bom ke gubernur. Tapi kita sudah melihat itu terkait dengan jaringan teroris Poso dan Ambon. Iya (JAT)," ujar Ansyad di Istana Negara Jakarta, Selasa (13/11/2012).
Kata Ansyad, hal itu masih terkait dengan peristiwa penangkapan teroris di Solo dan Ambon oleh Densus 88 beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, Ansyad mengatakan, dua terduga teroris yang tertangkap kala itu adalah anak buah Abu Uswah dan Al Fatrowa yang merupakan pimpinan atau tokoh teroris di Poso.
"Itu sudah lama masuk dalam pantuan kami, dua orang tokoh itu di sana. Dan itu sudah ada pelatihan di perbatasan Sulawesi Selatan dengan Tengah," paparnya.
Saat dikonfirmasi apakah ancaman ditunjukan untuk memperkeruh Pilkada Sumsel dimana Syahrul ikut berkompetisi? Ansyad belum dapat memastikan.
"Kita belum tahu, sementara secara objektif ya gubernur targetnya, tapi apakah ini ada kaitannya dengan pilkada, karena gubernur ini kan sedang bersaing di pilkada bersaing dengan wali kotanya. Kalau ada kaitannya dengan itu, sekarang siapa yang merekrut kelompok teroris di sini," tutupnya.
(san)