Dahlan jangan takut disomasi
Selasa, 13 November 2012 - 09:58 WIB
Dahlan jangan takut disomasi
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, untuk tidak takut disomasi oleh Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) yang ada di DPR.
ICW menilai, tidak ada masalah dengan ancaman yang dilayangkan F-PAN kepada mantan Direktur Utama (Dirut) PLN itu. Karena, wajar jika politikus di Senayan berang dengan komentar Dahlan ada oknum DPR yang kerap 'memeras' BUMN.
"Tidak masalah dengan somasi, kalau mereka itu marah ya wajar, mereka kan politikus. Dia sadar siapa dia dan dengan adanya ucapan Dahlan, harus sadar," jelas Wakil Koordinator ICW, Ade Irawan saat dihubungi Sindonews, Senin (12/11/2012) malam.
Dalam hal ini sebenarnya ICW juga menyarankan, agar Dahlan bersikap pro aktif untuk segera melaporkan apa yang disampaikannya itu kepada penegak hukum, dalam masalah ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Dahlan, saya kira pertama mesti mau benahi BUMN jangan setengah-setengah harus pro aktif dan laporkan kepada KPK dengan dua tujuan untuk penyelidikan dari laporan pemerasan yang dia sampaikan itu serta pencegahan agar tidak ada lagi praktek pemerasan di BUMN," jelas Ade
Sebelumnya, Sekretaris F-PAN Teguh Juwarno mengatakan, akan melakukan somasi kepada Dahlan yang dinilai memberikan infomasi tidak benar terkait pencantuman nama Anggota F-PAN, M Ikhlas El Qudsi (Micel). Dia dikatakan Dahlan sebagai pihak peminta jatah upeti Direksi PT Merpati Nusantara Airlines (MNA).
"Karena nyata-nyata informasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan dan keliru. Saudar Ikhlas tidak pernah terlibat dalam tindakan pemerasan BUMN. Nama baik saudara Ikhlas dan Fraksi PAN telah sangat dirugikan akibat perbuatan Dahlan Iskan tersebut," tegas Teguh.
Lantaran hal itu, Tegus meminta Ikhlas untuk secepatnya melapor ke Badan Kehormatan (BK) DPR untuk meminta klarifikasi.
ICW menilai, tidak ada masalah dengan ancaman yang dilayangkan F-PAN kepada mantan Direktur Utama (Dirut) PLN itu. Karena, wajar jika politikus di Senayan berang dengan komentar Dahlan ada oknum DPR yang kerap 'memeras' BUMN.
"Tidak masalah dengan somasi, kalau mereka itu marah ya wajar, mereka kan politikus. Dia sadar siapa dia dan dengan adanya ucapan Dahlan, harus sadar," jelas Wakil Koordinator ICW, Ade Irawan saat dihubungi Sindonews, Senin (12/11/2012) malam.
Dalam hal ini sebenarnya ICW juga menyarankan, agar Dahlan bersikap pro aktif untuk segera melaporkan apa yang disampaikannya itu kepada penegak hukum, dalam masalah ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Dahlan, saya kira pertama mesti mau benahi BUMN jangan setengah-setengah harus pro aktif dan laporkan kepada KPK dengan dua tujuan untuk penyelidikan dari laporan pemerasan yang dia sampaikan itu serta pencegahan agar tidak ada lagi praktek pemerasan di BUMN," jelas Ade
Sebelumnya, Sekretaris F-PAN Teguh Juwarno mengatakan, akan melakukan somasi kepada Dahlan yang dinilai memberikan infomasi tidak benar terkait pencantuman nama Anggota F-PAN, M Ikhlas El Qudsi (Micel). Dia dikatakan Dahlan sebagai pihak peminta jatah upeti Direksi PT Merpati Nusantara Airlines (MNA).
"Karena nyata-nyata informasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan dan keliru. Saudar Ikhlas tidak pernah terlibat dalam tindakan pemerasan BUMN. Nama baik saudara Ikhlas dan Fraksi PAN telah sangat dirugikan akibat perbuatan Dahlan Iskan tersebut," tegas Teguh.
Lantaran hal itu, Tegus meminta Ikhlas untuk secepatnya melapor ke Badan Kehormatan (BK) DPR untuk meminta klarifikasi.
(mhd)