Permainan anggaran di kementerian bukan rahasia
Selasa, 13 November 2012 - 07:43 WIB
Permainan anggaran di kementerian bukan rahasia
A
A
A
Sindonews.com - Permainan anggaran yang dilakukan staf khusus menteri maupun kader partai dalam penggelembungan anggaran pemerintahan diketahui sudah bukan merupakan rahasia lagi.
Hal ini dikatakan oleh aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Apung Widadi. Bahkan Apung menyatakan ICW sering menerima laporan semacam ini dari internal PNS yang bersangkutan.
"Iya, kalau itu (permainan anggaran) bukan rahasia lagi. ICW sering menerima laporan dari internal PNS," kata Apung saat dihubungi sindonews di Jakarta, Selasa (13/11/2012).
Di sisi lain Apung mengakui bukti dari pengaduan itu sendiri masih lemah, sehingga memerlukan investigasi lebih lanjut lagi.
"Namun buktinya kadang masih lemah dan perlu investigasi lebih lanjut. Kalau kementerian mana saja (yang bermasalah dalam permainan anggaran), kita nggak ada (datanya)," jelas Apung.
Meskipun begitu, Apung menegaskan pihaknya pernah menerima laporan dari PNS, sehingga bisa membongkar kongkalingkong yang ada di Semarang.
"Tapi, ICW pernah menerima laporan dari PNS, dan bisa membongkar kongkalikong eksekutif dan legislatif di daerah. Yaitu Semarang yang kepala daerahnya dipenjara sekarang," tukas Apung.
Hal ini dikatakan oleh aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Apung Widadi. Bahkan Apung menyatakan ICW sering menerima laporan semacam ini dari internal PNS yang bersangkutan.
"Iya, kalau itu (permainan anggaran) bukan rahasia lagi. ICW sering menerima laporan dari internal PNS," kata Apung saat dihubungi sindonews di Jakarta, Selasa (13/11/2012).
Di sisi lain Apung mengakui bukti dari pengaduan itu sendiri masih lemah, sehingga memerlukan investigasi lebih lanjut lagi.
"Namun buktinya kadang masih lemah dan perlu investigasi lebih lanjut. Kalau kementerian mana saja (yang bermasalah dalam permainan anggaran), kita nggak ada (datanya)," jelas Apung.
Meskipun begitu, Apung menegaskan pihaknya pernah menerima laporan dari PNS, sehingga bisa membongkar kongkalingkong yang ada di Semarang.
"Tapi, ICW pernah menerima laporan dari PNS, dan bisa membongkar kongkalikong eksekutif dan legislatif di daerah. Yaitu Semarang yang kepala daerahnya dipenjara sekarang," tukas Apung.
(azh)