Jika kisruh, Maret belum ada peserta pemilu
Minggu, 11 November 2012 - 23:09 WIB
Jika kisruh, Maret belum ada peserta pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Anggota Komisioner KPU Putu Arta memprediksi hingga bulan Maret 2013 belum akan ada partai politik (Parpol) peserta pemilihan umum (Pemilu) 2014. Hal itu lantaran banyaknya permasalahan yang terjadi dalam penyelenggaraan pemilu.
Putu menilai, secara yuridis penyelenggaraan verifikasi pemilu kali ini cacat hukum.
"Karena proses yuridis verifikasi cacat hukum, prediksi saya, sampai bulan maret belum dapat disertakan peserta jika ini diteruskan. Ini yg luput dari teman-teman, potensi ekor nanti dalam proses gugatan dan sengketa di PTUN. Karena kemungkinan ada celah, untuk diberi ruang verifikasi administrasi dan faktual," jelas Putu di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/11/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, jika hal ini terjadi, maka akan ada verifikasi administrasi dan faktual jilid dua. Namun, dia berpendapat hal itu akan juga akan ada reaksi penolakan dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).
"Tentu, karena ini tidak ada anggarannya, tidak ada dalam anggaran membahas jika terjadi jilid dua. Tapi kemungkinan itu terjadi bisa karena beberapa persoalan yang hingga kini belum tuntas," tandasnya.
Putu menilai, secara yuridis penyelenggaraan verifikasi pemilu kali ini cacat hukum.
"Karena proses yuridis verifikasi cacat hukum, prediksi saya, sampai bulan maret belum dapat disertakan peserta jika ini diteruskan. Ini yg luput dari teman-teman, potensi ekor nanti dalam proses gugatan dan sengketa di PTUN. Karena kemungkinan ada celah, untuk diberi ruang verifikasi administrasi dan faktual," jelas Putu di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/11/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, jika hal ini terjadi, maka akan ada verifikasi administrasi dan faktual jilid dua. Namun, dia berpendapat hal itu akan juga akan ada reaksi penolakan dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).
"Tentu, karena ini tidak ada anggarannya, tidak ada dalam anggaran membahas jika terjadi jilid dua. Tapi kemungkinan itu terjadi bisa karena beberapa persoalan yang hingga kini belum tuntas," tandasnya.
(rsa)