KPU tidak laik buka masalah internal
Minggu, 11 November 2012 - 21:13 WIB
KPU tidak laik buka masalah internal
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Gede Putu Artha, menyayangkan komentar Komisioner KPU Idha Budhiati jika ada masalah di internal institusinya itu.
Menurut Putu, seorang komisioner KPU tidak laik membuka permasalahan yang ada di dalam internal ke muka publik. Dia menjelaskan jika masalah yang ada di KPU, sudah sepantasnya diselesaikan sendiri tanpa diketahui publik.
"Termasuk penjelasan (Ida) tidak pantas, kalau pun benar itu untuk internal, harusnya itu dibahas di internal," jelas Putu, di Kantor Partai Pengusaha Pekerja Indonesia (PPPI), Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/11/2012).
Putu menjelaskan, dengan komentar tersebut, belum tentu dapat menyelesaikan masalah yang ada. Justru hal itu semakin membuat polemik yang berkepanjangan.
"Sangat tidak terukur, siapa yang menduga akan menjadi lagi seperti ini. KPU justru bisa membuat polemik yang baru dengan membuka kepada publik," paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, seandainya memang dapat diambil putusan oleh pihak dari luar KPU terhadap masalah tersebut, dalam waktu dekat belum tentu ada orang yang dapat mengisi kekosongan pada posisi itu.
"Jika memang benar apa yang disampaikan, tapi apa dengan ganti dengan cepat, bisa menyelesaikan masalah dengan cepat. Aku melihat itu problem relathionship harusnya dibangun komunikasi di KPU dengan merangkur dan saling menghargai," tukasnya.
Menurut Putu, seorang komisioner KPU tidak laik membuka permasalahan yang ada di dalam internal ke muka publik. Dia menjelaskan jika masalah yang ada di KPU, sudah sepantasnya diselesaikan sendiri tanpa diketahui publik.
"Termasuk penjelasan (Ida) tidak pantas, kalau pun benar itu untuk internal, harusnya itu dibahas di internal," jelas Putu, di Kantor Partai Pengusaha Pekerja Indonesia (PPPI), Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/11/2012).
Putu menjelaskan, dengan komentar tersebut, belum tentu dapat menyelesaikan masalah yang ada. Justru hal itu semakin membuat polemik yang berkepanjangan.
"Sangat tidak terukur, siapa yang menduga akan menjadi lagi seperti ini. KPU justru bisa membuat polemik yang baru dengan membuka kepada publik," paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, seandainya memang dapat diambil putusan oleh pihak dari luar KPU terhadap masalah tersebut, dalam waktu dekat belum tentu ada orang yang dapat mengisi kekosongan pada posisi itu.
"Jika memang benar apa yang disampaikan, tapi apa dengan ganti dengan cepat, bisa menyelesaikan masalah dengan cepat. Aku melihat itu problem relathionship harusnya dibangun komunikasi di KPU dengan merangkur dan saling menghargai," tukasnya.
(rsa)