Idris Laena bantah peras BUMN
Kamis, 08 November 2012 - 12:46 WIB
Idris Laena bantah peras BUMN
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi VI Fraksi Partai Golkar Idris Laena, yang dituduh menjadi oknum pemeras BUMN oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, akhirnya buka suara. Dalam pernyataannya Idris mengaku kecewa atas tuduhan tersebut.
"Atas tuduhan tersebut, saya menyatakan dengan tegas tuduhan tersebut tidak benar. Saya mengapresiasi langkah Pak Dahlan Iskan untuk membersihkan BUMN, namun saya kecewa dengan Pak Dahlan yang menuduh saya (sesuai yang terungkap dari BK) hanya berdasarkan informasi sepihak yang menyebabkan tercemarnya nama baik saya dan keluarga, serta secara psikologis akan merusak perkembangan jiwa anak-anak saya," tutur Idris kepada wartawan, di Gedung DPR, Kamis (8/11/2012).
Kendati demikian, Idris mengakui kebenaran tentang adanya pertemuan dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI dengan PT PAL dan PT Garam.
"Saya Anggota Komisi VI yang membidangi BUMN, sudah pasti ada pertemuan dengan BUMN, dan hampir tiap hari bertemu di RDP," akunya.
Sampai saat ini, dirinya mengatakan, belum mengambil tindakan untuk menuntut balik Dahlan Iskan atas tuduhan yang dinilainya tidak benar itu.
"Sejauh ini saya masih berkeyakinan Pak Dahlan tidak bermaksud menzalimi saya, artinya saya belum ambil tindakan apa-apa,".
Diungkapkannya, dia merasa terpanggil untuk menyampaikan keterangan secara lengkap pada Badan Kehormatan (BK).
Disinggung mengenai adakah oknum dari Komisi VI yang melakukan pemerasan terhadap BUMN, Idris membantahnya. "Tidak ada pemerasan di Komisi VI," tandasnya.
Baca berita terkait seputar pemeras BUMN disini
"Atas tuduhan tersebut, saya menyatakan dengan tegas tuduhan tersebut tidak benar. Saya mengapresiasi langkah Pak Dahlan Iskan untuk membersihkan BUMN, namun saya kecewa dengan Pak Dahlan yang menuduh saya (sesuai yang terungkap dari BK) hanya berdasarkan informasi sepihak yang menyebabkan tercemarnya nama baik saya dan keluarga, serta secara psikologis akan merusak perkembangan jiwa anak-anak saya," tutur Idris kepada wartawan, di Gedung DPR, Kamis (8/11/2012).
Kendati demikian, Idris mengakui kebenaran tentang adanya pertemuan dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI dengan PT PAL dan PT Garam.
"Saya Anggota Komisi VI yang membidangi BUMN, sudah pasti ada pertemuan dengan BUMN, dan hampir tiap hari bertemu di RDP," akunya.
Sampai saat ini, dirinya mengatakan, belum mengambil tindakan untuk menuntut balik Dahlan Iskan atas tuduhan yang dinilainya tidak benar itu.
"Sejauh ini saya masih berkeyakinan Pak Dahlan tidak bermaksud menzalimi saya, artinya saya belum ambil tindakan apa-apa,".
Diungkapkannya, dia merasa terpanggil untuk menyampaikan keterangan secara lengkap pada Badan Kehormatan (BK).
Disinggung mengenai adakah oknum dari Komisi VI yang melakukan pemerasan terhadap BUMN, Idris membantahnya. "Tidak ada pemerasan di Komisi VI," tandasnya.
Baca berita terkait seputar pemeras BUMN disini
(rsa)