Salah beri grasi, Menkum HAM tak akan evaluasi
Rabu, 07 November 2012 - 18:01 WIB
Salah beri grasi, Menkum HAM tak akan evaluasi
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mencabut grasi dari terpidana kasus narkoba Mairike Franola alias Ola, didukung penuh oleh berbagai pihak termasuk Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin.
Namun Amir menolak jika kesalahan awal pemberian grasi kepada Ola karena ulah para lembaga penegak hukum yang memberikan pertimbangan kepada presiden.
Amir pun menolak ketika para penegak hukum tersebut harus dievaluasi atas kesalahannya. Menurutnya, untuk setiap pertimbangan yang diberikan kepada presiden terkait pemberian grasi, sudah dilakukan pengkajian yang mendalam.
"Memang orangnya saja (Ola) yang tak tahu berterima kasih," jelas Amir, saat dihubungi wartawan, Rabu (7/11/2012).
Ola yang patut disalahkan, karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan untuknya.
“Saya sangat dukung pencabutan itu, karena sangat sesuai untuk orang yang tidak tahu berterima kasih seperti Ola. Masa sudah dikasih grasi tapi masih berani berbuat pidana (mengedarkan narkoba) dari dalam penjara," tegas Amir.
Lebih lanjut Amir menegaskan, pihaknya siap untuk segera melakukan pencabutan grasi tersebut. Hal itu dikarenakan, presiden telah mengambil tindakan dan Amir sebagai pembantunya pun wajib mempersiapkan hal tersebut.
"Kita akan persiapkan semuanya," tegasnya.
Namun Amir menolak jika kesalahan awal pemberian grasi kepada Ola karena ulah para lembaga penegak hukum yang memberikan pertimbangan kepada presiden.
Amir pun menolak ketika para penegak hukum tersebut harus dievaluasi atas kesalahannya. Menurutnya, untuk setiap pertimbangan yang diberikan kepada presiden terkait pemberian grasi, sudah dilakukan pengkajian yang mendalam.
"Memang orangnya saja (Ola) yang tak tahu berterima kasih," jelas Amir, saat dihubungi wartawan, Rabu (7/11/2012).
Ola yang patut disalahkan, karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan untuknya.
“Saya sangat dukung pencabutan itu, karena sangat sesuai untuk orang yang tidak tahu berterima kasih seperti Ola. Masa sudah dikasih grasi tapi masih berani berbuat pidana (mengedarkan narkoba) dari dalam penjara," tegas Amir.
Lebih lanjut Amir menegaskan, pihaknya siap untuk segera melakukan pencabutan grasi tersebut. Hal itu dikarenakan, presiden telah mengambil tindakan dan Amir sebagai pembantunya pun wajib mempersiapkan hal tersebut.
"Kita akan persiapkan semuanya," tegasnya.
(rsa)