Walhi desak Polda Bali tuntaskan kasus Gendo
Rabu, 07 November 2012 - 15:54 WIB
Walhi desak Polda Bali tuntaskan kasus Gendo
A
A
A
Sindonews.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta Polda Bali untuk menuntaskan kasus yang menimpa I Wayan Suardana atau Gendo, aktivis Walhi Bali.
Pasalnya, pada Senin 5 November 2012, Gendo diserang dan dianiaya dua pria tak dikenal saat berada di kantor pengacara Wihartono, di Denpasar.
Kepala Departemen Jaringan dan Pengembangan Sumber Daya Walhi Khalisah Khalid mengungkapkan, setiap warga negara memiliki hak bersuara dan itu dijamin kontitusi.
"Kita Merespon kejadian aksi kekerasan di Bali, yang menimpa I wayan. Karena setiap aktivis punya hak konstitusional untuk menyuarakan kebaikan lingkungan," kata Khalisah, saat memberikan keterangan pers di Kantor Walhi, Jalan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2012).
Khalisah meyakini, kekerasan ini terkait dengan penentangan Walhi Bali terhadap pembangunan Tol Nusa dua-Benoa yang tidak sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
"Kita yakin ini terkait kerja teman-teman Walhi di Bali yang keras bersuara menolak pembangunan-pembangunan di Bali yang berdapak buruk pada lingkungan," Tandasnya.
Pasalnya, pada Senin 5 November 2012, Gendo diserang dan dianiaya dua pria tak dikenal saat berada di kantor pengacara Wihartono, di Denpasar.
Kepala Departemen Jaringan dan Pengembangan Sumber Daya Walhi Khalisah Khalid mengungkapkan, setiap warga negara memiliki hak bersuara dan itu dijamin kontitusi.
"Kita Merespon kejadian aksi kekerasan di Bali, yang menimpa I wayan. Karena setiap aktivis punya hak konstitusional untuk menyuarakan kebaikan lingkungan," kata Khalisah, saat memberikan keterangan pers di Kantor Walhi, Jalan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2012).
Khalisah meyakini, kekerasan ini terkait dengan penentangan Walhi Bali terhadap pembangunan Tol Nusa dua-Benoa yang tidak sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
"Kita yakin ini terkait kerja teman-teman Walhi di Bali yang keras bersuara menolak pembangunan-pembangunan di Bali yang berdapak buruk pada lingkungan," Tandasnya.
(maf)