Dahlan mulut kosmetik
Rabu, 07 November 2012 - 11:42 WIB
Dahlan mulut kosmetik
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis mengungkapkan tindakan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan memancing rasa heran. Pasalnya, Dahlan sempat mengatakan tidak akan ikut campur dengan Rumah Tangga (instansi) lain.
"Ya dia kan lakukan juga (mencampuri instansi lain)," ucap Harry, kepada wartawan, di Grand Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Harry mengatakan, ucapan yang dilontarkan Dahlan ke publik, hanya pemanis semata. "Itu kan ucapan yang 'kosmetik' namanya," tegasnya.
Jika benar, kongkalikong itu terjadi, menurutnya Dahlan juga harus memeriksa para direksi perusahaan BUMN yang terkait. Bahkan, bisa saja orang tersebut diberhentikan dari posisinya.
"Dua itu kan yang terlibat dalam kongkalikong itu, dia juga harus bersihkan juga di BUMN itu. Dia harus ganti direksi-direksi yang terkait," jelasnya.
Terpisah, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengakui BUMN tidak kalah korupnya dibanding DPR. Karena itu, dia menyatakan akan membereskan praktek korupsi di BUMN pasca menyerahkan oknum DPR pemeras BUMN kepada BK DPR.
"BUMN juga harus dibersihkan, bagaimana jangan akhirnya orang lain yang harus dibersihkan. BUMN kan terkenal sarangnya korupsi juga kan?" tuturnya.
Baca berita terkait seputar pemeras BUMN disini
"Ya dia kan lakukan juga (mencampuri instansi lain)," ucap Harry, kepada wartawan, di Grand Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Harry mengatakan, ucapan yang dilontarkan Dahlan ke publik, hanya pemanis semata. "Itu kan ucapan yang 'kosmetik' namanya," tegasnya.
Jika benar, kongkalikong itu terjadi, menurutnya Dahlan juga harus memeriksa para direksi perusahaan BUMN yang terkait. Bahkan, bisa saja orang tersebut diberhentikan dari posisinya.
"Dua itu kan yang terlibat dalam kongkalikong itu, dia juga harus bersihkan juga di BUMN itu. Dia harus ganti direksi-direksi yang terkait," jelasnya.
Terpisah, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengakui BUMN tidak kalah korupnya dibanding DPR. Karena itu, dia menyatakan akan membereskan praktek korupsi di BUMN pasca menyerahkan oknum DPR pemeras BUMN kepada BK DPR.
"BUMN juga harus dibersihkan, bagaimana jangan akhirnya orang lain yang harus dibersihkan. BUMN kan terkenal sarangnya korupsi juga kan?" tuturnya.
Baca berita terkait seputar pemeras BUMN disini
(rsa)