Manuver Dahlan tambah runyam masalah SBY
Rabu, 07 November 2012 - 07:51 WIB
Manuver Dahlan tambah runyam masalah SBY
A
A
A
Sindonews.com - Manuver Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dikabarkan melakukan pemerasan terhadap petinggi di sejumlah BUMN akan menambah masalah bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Aktivis Komite Bangkit Indonesia dan Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi mengatakan, masalah itu muncul apabila anggota DPR yang dituding melakukan pemerasan membuat pernyataan sikap bersama dan mencecar korupsi di tubuh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan disejumlah BUMN.
"Manuver Dahlan Iskan akan menambah runyam pemerintahan, karena sejumlah anggota DPR akan mengambil sikap, mencecar korupsi di PLN dan beberapa BUMN. Ini akan merepotkan kabinet SBY," ujar Adhie saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Dahlan Iskan yang menyatakan banyak anggota DPR suka meminta upeti di sejumlah BUMN memunculkan reaksi balasan dari DPR. Untuk membuktikan ucapannya tersebut, Dahlan berjanji akan menyebut 10 nama anggota DPR yang diduga memeras BUMN.
Namun, dari 10 nama yang akan disebutkan tersebut, ternyata Dahlan hanya berani menyebut dua nama, dari tiga peristiwa pemerasan yang terjadi di BUMN.
"Saya datang menyerahkan tiga peristiwa. Dari tiga peristiwa itu, selama ini saya belum tahu, saya pikir tiga orang, tapi dari tiga peritiwa itu ternyata orangnya dua, jadi yang satu orang satu peristiwa, dua peristiwa dua orang, tapi namanya sama," papar Dahlan Iskan kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin 5 Nopember 2012.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani, balik menyerang Dahlan. Dia mengatakan, ada kerugian di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp37 triliun, saat Dahlan menjabat sebagai Dirut PLN.
"Kerugian yang dilaporkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terjadi semasa Dahlan Iskan menjabat sebagai Direktur Utama PLN," tukasnya.
Aktivis Komite Bangkit Indonesia dan Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi mengatakan, masalah itu muncul apabila anggota DPR yang dituding melakukan pemerasan membuat pernyataan sikap bersama dan mencecar korupsi di tubuh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan disejumlah BUMN.
"Manuver Dahlan Iskan akan menambah runyam pemerintahan, karena sejumlah anggota DPR akan mengambil sikap, mencecar korupsi di PLN dan beberapa BUMN. Ini akan merepotkan kabinet SBY," ujar Adhie saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Dahlan Iskan yang menyatakan banyak anggota DPR suka meminta upeti di sejumlah BUMN memunculkan reaksi balasan dari DPR. Untuk membuktikan ucapannya tersebut, Dahlan berjanji akan menyebut 10 nama anggota DPR yang diduga memeras BUMN.
Namun, dari 10 nama yang akan disebutkan tersebut, ternyata Dahlan hanya berani menyebut dua nama, dari tiga peristiwa pemerasan yang terjadi di BUMN.
"Saya datang menyerahkan tiga peristiwa. Dari tiga peristiwa itu, selama ini saya belum tahu, saya pikir tiga orang, tapi dari tiga peritiwa itu ternyata orangnya dua, jadi yang satu orang satu peristiwa, dua peristiwa dua orang, tapi namanya sama," papar Dahlan Iskan kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin 5 Nopember 2012.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani, balik menyerang Dahlan. Dia mengatakan, ada kerugian di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp37 triliun, saat Dahlan menjabat sebagai Dirut PLN.
"Kerugian yang dilaporkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terjadi semasa Dahlan Iskan menjabat sebagai Direktur Utama PLN," tukasnya.
(san)